Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perencanaan Karier dan Analisis Career Indecision pada Siswi Kelas XII SMK 17 Kota S: Studi Kasus Asesmen Psikologi Pendidikan Sidiq Priyo Susanto; Amanda Pasca Rini
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2311

Abstract

Kebingungan dalam pengambilan keputusan karier (career indecision) merupakan permasalahan mendasar yang sering dialami remaja di tingkat akhir sekolah menengah, khususnya siswa SMK yang dihadapkan pada pilihan antara bekerja atau melanjutkan pendidikan tinggi. Penelitian/layanan psikologis ini bertujuan untuk menganalisis dinamika psikologis, potensi intelegensi, kepribadian, serta profil minat bakat Sdr. DA (17 tahun 5 bulan), seorang siswi kelas XII SMK 17 Kota S yang mengalami hambatan dan kebingungan dalam menentukan jurusan kuliah lanjutan. Metode asesmen dilakukan secara komprehensif melalui wawancara semi-terstruktur (dengan Guru BK, teman sebaya, dan klien), observasi non-partisipan, serta konseling psikologi. Selain itu, digunakan rangkaian psikotes yang meliputi Intelligenz Struktur Test (IST), Rothwell-Miller Interest Blank (RMIB), Sixteen Personality Factor Questionnaire (16 PF), serta tes proyektif Draw A Person (DAP) dan Baum Test. Hasil asesmen menunjukkan bahwa kemampuan intelektual subjek berada pada kategori rata-rata bawah (IQ IST: 96 / RW: 76) dengan keunggulan pada aspek logika visual-spasial (Würfelaufgaben/WU) dan penalaran konkret (Figurenauswahl/FA). Hasil tes minat RMIB mengidentifikasi minat dominan pada bidang Social Service, Outdoor, dan Practical. Sementara tes kepribadian (16 PF dan Proyektif) menunjukkan profil individu yang stabil secara emosional, bertanggung jawab, namun memiliki kecenderungan cemas terhadap penilaian eksternal serta rasa kurang percaya diri akademik. Dinamika psikologis mengindikasikan bahwa career indecision pada subjek dipicu oleh person-environment misfit—yaitu ketidaksesuaian antara kejuruan yang sedang dijalani (Tata Boga) dengan minat personalnya (Komunikasi/Pelayanan Sosial), disertainya kurangnya eksplorasi diri (self-exploration). Intervensi bimbingan karier berbasis konseling kognitif-perilaku dan psikoedukasi perencanaan karier direkomendasikan untuk meningkatkan career decision-making self-efficacy pada subjek.