Moderasi beragama merupakan pendekatan strategis dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang plural. Namun, dalam praktiknya moderasi beragama sering dipahami secara umum sebatas toleransi formal, sehingga beberapa unsur penting di dalamnya belum dikaji secara mendalam. Salah satu unsur yang masih kurang mendapat perhatian adalah prinsip anti kekerasan sebagai pilar utama yang menentukan keberhasilan moderasi beragama dalam mencegah konflik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran anti kekerasan sebagai pilar moderasi beragama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, serta menjelaskan bentuk internalisasi nilai anti kekerasan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur yang relevan terkait konsep moderasi beragama, konflik sosial, serta nilai anti kekerasan dalam perspektif sosial-keagamaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa anti kekerasan merupakan elemen fundamental dalam moderasi beragama karena berfungsi sebagai kontrol moral yang mencegah lahirnya tindakan ekstremisme dan intoleransi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa kekerasan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga mencakup kekerasan verbal seperti ujaran kebencian, diskriminasi, serta tindakan merendahkan kelompok lain yang berpotensi memicu konflik sosial. Selain itu, internalisasi nilai anti kekerasan dapat dilakukan melalui pendidikan karakter, dialog lintas agama, serta pembiasaan sikap saling menghormati dalam ruang sosial. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa moderasi beragama akan lebih efektif apabila prinsip anti kekerasan diposisikan sebagai inti utama, bukan sekadar nilai pelengkap. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan perspektif bahwa anti kekerasan harus menjadi orientasi utama dalam pengembangan moderasi beragama agar mampu membentuk budaya damai dan relasi sosial yang berkelanjutan dalam masyarakat plural.