Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRADISI ORGANISASI PESANTREN: KAJIAN TEORI DAN PERILAKU KEORGANISASIAN DALAM PEMIKIRAN, PERILAKU, BENTUK, DAN PENERAPAN ORGANISASI Atiqur Rahman Binuri Ramadan; Ach. Maimun; Hariyanto; Muhammad Afan; Moh. Ali Mahdi
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i3.664

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang di dalamnya beroperasi sebuah tatanan organisasi khas, terbentuk dari perpaduan otoritas kiai, tradisi keilmuan, dan struktur kepengurusan santri. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis tradisi organisasi pesantren melalui empat dimensi, yaitu pemikiran tentang organisasi, perilaku keorganisasian, bentuk organisasi, dan penerapan organisasi. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-kritis, menelaah 31 sumber pustaka terpilih dari basis data Sinta, Scopus, dan Google Scholar melalui prosedur seleksi berjenjang. Sebagai kontribusi kebaruan, artikel ini merumuskan Model Organisasi Hibrida Pesantren yang menjelaskan dialektika antara otoritas kharismatik-tradisional kiai dan rasionalisasi manajemen modern, serta bagaimana dialektika tersebut membentuk perilaku, bentuk, dan penerapan organisasi dalam kondisi yang diwarnai empat aras ketegangan struktural. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran organisasi pesantren memadukan otoritas kharismatik-tradisional kiai dengan prinsip manajemen modern, namun perpaduan ini menyimpan ketegangan legitimasi kekuasaan yang belum tuntas; perilaku keorganisasian dibentuk oleh nilai ta'zim, kepatuhan, dan komitmen berbasis spiritualitas yang jarang diuji dari perspektif relasi kuasa dan kesetaraan gender; bentuk organisasi bergerak dari struktur informal menuju struktur formal, meski sebagian temuan mengindikasikan gejala decoupling; serta penerapan organisasi tampak dalam pengambilan keputusan yang tetap bersumbu pada kiai namun mulai mendelegasikan kewenangan dan beradaptasi dengan digitalisasi dan globalisasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa tradisi organisasi pesantren merupakan model hibrida yang sarat ketegangan antara tradisi dan modernitas, dengan implikasi teoretis, praktis, dan kebijakan bagi pengembangan tata kelola lembaga pendidikan Islam yang adaptif-kritis di masa depan. Kata Kunci: tradisi pesantren; teori organisasi; perilaku keorganisasian; model organisasi hibrida; tata kelola pesantren