Transformasi pendidikan Islam di Aceh menjadi suatu keniscayaan dalam merespons perkembangan teknologi informasi, perubahan karakteristik peserta didik, serta tuntutan kompetensi abad ke-21. Sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam dan memiliki tradisi pendidikan keislaman yang kuat melalui dayah, madrasah, sekolah Islam, dan perguruan tinggi keagamaan, Aceh memiliki peluang besar untuk mengembangkan inovasi pembelajaran digital tanpa menghilangkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk transformasi pendidikan Islam di Aceh melalui penerapan inovasi pembelajaran digital, mengidentifikasi peluang yang tersedia, serta mengkaji tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam dalam proses digitalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dokumen kebijakan pemerintah, serta berbagai hasil penelitian yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan transformasi digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran digital telah mendorong perubahan paradigma pembelajaran dari yang berpusat pada pendidik menjadi berpusat pada peserta didik melalui pemanfaatan Learning Management System (LMS), media pembelajaran interaktif, kelas virtual, aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta berbagai platform digital lainnya. Inovasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas pembelajaran, akses terhadap sumber belajar yang lebih luas, penguatan literasi digital, dan pengembangan keterampilan berpikir kritis. Namun demikian, transformasi pendidikan Islam di Aceh masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa wilayah, rendahnya kompetensi digital sebagian pendidik, kesenjangan akses internet, serta perlunya penguatan kurikulum yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, pendidik, dan masyarakat dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat infrastruktur digital, serta mengembangkan model pembelajaran inovatif yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam sehingga pendidikan Islam di Aceh mampu menghasilkan lulusan yang religius, adaptif, inovatif, dan berdaya saing pada tingkat nasional maupun global.