Novia Maghfiroh
Geografi Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penanggulangan Bencana Tanah Longsor Berbasis Komunitas Dengan Pendekatan Partisipatif Dalam Manajemen Risiko Bencana Sriyono Sriyono; Andi Irwan Benardi; Ananto Aji; Muhammad Dwi Utomo Aji; Yassirli Amri; Novia Maghfiroh
Indonesian Journal of Conservation Vol. 15 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v15i01.32907

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana tinggi akibat letaknya di zona konvergensi tiga lempeng tektonik dunia. Salah satu bencana yang sering terjadi adalah longsor, yang berdampak besar terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang dalam menghadapi bencana longsor yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Merapi Merbabu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh kepala keluarga (KK) yang pernah mengalami bencana longsor sebanyak 2.806 KK. Sampel ditentukan sebesar 10% dari setiap RW. Variabel penelitian meliputi pengetahuan dan sikap masyarakat, kebijakan dan panduan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana, serta mobilisasi sumber daya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, tes, dan kuesioner. Analisis data menggunakan teknik skoring dengan skala Likert dan klasifikasi LIPI-UNESCO/ISDR (2006). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapsiagaan masyarakat secara umum berada pada kategori “Kurang Siap” dengan nilai indeks 78. Per parameter, pengetahuan dan sikap masyarakat (85) masuk kategori “Siap”, kebijakan dan panduan (73) “Siap”, rencana tanggap darurat (73) “Kurang Siap”, sistem peringatan bencana (70) “Kurang Siap”, dan mobilisasi sumber daya (77) “Siap”. Kesimpulannya, masih diperlukan upaya peningkatan kesiapsiagaan melalui pelatihan rutin, pemasangan rambu evakuasi yang merata, dan penyebaran panduan sederhana kepada seluruh lapisan masyarakat.