Erwinsyah Erwinsyah
Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN INOVASI TOR-TOR LIBAS TB DALAM UPAYA PENINGKATAN KEBERHASILAN PROGRAM DI UPTD PUSKESMAS PANYABUNGAN JAE KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2022 ., Erwinsyah; Sulistiana, Elvida; Br.Perangin-angin, Gina Kristina; Perangin-angin, Guntur; Iqbal, Muhammad; Siregar, Nurdin Yusuf; ariyani, peny; Lubis, Yulida Nehri
Deli Medical and Health Science Journal Vol 2 No 1 (2024): Deli Medical And Health Science Journal (JDMHC)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jdmhc.v2i1.2095

Abstract

According to the World Health Organization (Global TB Report, 2021), Indonesia is still the country with the third largest burden of tuberculosis in the world after India and China and only 47% of cases are reported. and handled well. TOR Innovation TOR LIBAS TB is an innovation that aims to increase the scope of case finding and the success of TB treatment, the implementation of which involves cooperation from health workers, networks and networks, cross-program and sectoral and involves TB cadres in villages and sub-districts. The purpose of this study was to analyze the Effectiveness of Implementing TOR-TOR LIBAS TB Innovations in Efforts to Increase Program Success at UPTD Puskesmas Panyabungan Jae in 2022. The research design used the Mix-Method method with a Sequential Explanatory model. The number of informants was 14 people. Methods of data collection by in-depth interviews, focus group discussions, observation and review of documents and data analysis using triangulation were then integrated. Quantitative research results show the effectiveness of the coverage of TB case detection rates, namely with an average of 108 cases (37.56%) with Less Effective criteria, while the effectiveness of TB treatment success rate with an average of 70 cases (77.45%) with Effective criteria. Qualitative results show that the accuracy of program targets, achievement of program objectives, program monitoring, and satisfaction with the program are still not optimal, especially in the implementation of program socialization both to program implementers and the community. Regarding input availability of human resources, funds and infrastructure, it is still inadequate. Regulations/Standard Operational Procedures have been implemented, but have not been socialized properly. It is hoped that the puskesmas, cross-sectoral, the Health Service, will provide a role, support and increase cooperation and empower the community for the success of the program.
Hubungan Antara Dukungan Sosial di Tempat Kerja dan Kontrol Tekanan Darah pada Perawat dengan Hipertensi Esensial di Rumah Sakit Erwinsyah Erwinsyah; Rudy Dwi Laksono
Deli Medical and Health Science Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Deli Medical And Health Science Journal (JDMHC)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jdmhc.v3i1.2787

Abstract

Latar belakang. Hipertensi tetap menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular pada populasi dewasa, termasuk tenaga kesehatan. Perawat menghadapi berbagai karakteristik kerja yang berpotensi meningkatkan risiko hipertensi, seperti shift malam bergilir, beban moral, tuntutan administratif, dan paparan stres emosional. Dukungan sosial di tempat kerja berperan penting dalam mengurangi dampak stres terhadap tekanan darah, namun bukti empiris pada populasi perawat di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara tingkat dukungan sosial dan kontrol tekanan darah, mengidentifikasi jenis dukungan sosial yang paling berpengaruh, serta menilai peran stres kerja dan pola shift dalam memoderasi hubungan tersebut. Methode. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang pada 60 perawat rumah sakit di Jawa Barat. Instrumen yang digunakan mencakup kuesioner dukungan sosial (emosional, instrumental, informasional), skala stres kerja, serta pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier berganda setelah uji asumsi klasik terpenuhi. Signifikansi ditetapkan pada α = 0,05. Hasil. Hasil menunjukkan bahwa dukungan sosial total berkorelasi negatif signifikan dengan tekanan darah sistolik (r = −0.45; p = 0.001), sedangkan stres kerja (r = +0.42; p = 0.001) dan pola shift bergilir (r = +0.33; p = 0.015) berkorelasi positif signifikan. Regresi menunjukkan bahwa dukungan sosial total (β = −0.38; p = 0.000) merupakan prediktor paling dominan terhadap tekanan darah sistolik, diikuti stres kerja (β = +0.29; p = 0.003) dan pola shift (β = +0.23; p = 0.022). Model regresi menjelaskan 41% variasi tekanan darah sistolik (R² = 0.41; F = 9.15; p < 0.001). Jenis dukungan sosial yang paling berpengaruh adalah dukungan emosional (r = −0.41; p = 0.002). Diskusi. Dukungan sosial yang tinggi, terutama dukungan emosional, terbukti memiliki efek protektif terhadap tekanan darah dengan menurunkan respons fisiologis terhadap stres kerja. Sebaliknya, stres kerja dan kerja shift malam meningkatkan risiko tekanan darah tinggi akibat disrupsi ritme sirkadian dan aktivasi sistem simpatis. Temuan ini mendukung Job Demands–Resources Model yang menekankan pentingnya keseimbangan antara tuntutan kerja dan sumber daya psikososial. Implementasi program dukungan sosial dan manajemen stres di tempat kerja dapat menjadi strategi efektif dalam pengendalian hipertensi pada perawat. Kesimpulan. Dukungan sosial emosional di tempat kerja berperan signifikan dalam menurunkan tekanan darah perawat hipertensi, sedangkan stres kerja dan kerja shift bergilir memperburuk kontrol tekanan darah. Intervensi berbasis dukungan sosial dan pengelolaan stres kerja disarankan untuk diterapkan dalam kebijakan kesehatan kerja rumah sakit.