Desty Rolina
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru dalam Membentuk Penguatan Positif Untuk Memberikan Perilaku Baik Siswa Perspektif Teori Belajar Sosial Albert Bandura Desty Rolina; Aditia Fradito; Khusnul Khotimah
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 2 (2026): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : LPM STAI Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/banin.322187

Abstract

Peran pendidik dalam mengimplementasikan penguatan positif sebagai upaya pembentukan perilaku prososial peserta didik ditinjau dari perspektif Teori Belajar Sosial Albert Bandura. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang diperkuat melalui observasi lapangan di SDN 3 Perumnas Way Halim. Sumber data mencakup sumber primer berupa karya-karya teoritis Albert Bandura serta sumber sekunder yang terdiri atas jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan publikasi akademik yang relevan dengan fokus kajian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pendidik menjalankan fungsi sebagai model primer dalam proses pembelajaran sosial melalui lima dimensi kunci Teori Belajar Sosial Bandura, yakni modeling (keteladanan), attention (perhatian dan observasi), retention and reproduction (retensi dan reproduksi perilaku), motivation (penguatan), serta self-efficacy (efikasi diri). Pendidik yang secara konsisten menampilkan perilaku disiplin, bertanggung jawab, dan santun terbukti mampu menjadi figur teladan yang diobservasi dan diteladani oleh peserta didik. Pemberian penguatan positif melalui pujian, apresiasi, dan umpan balik yang konstruktif terbukti efektif dalam mendorong peserta didik untuk mempertahankan dan mereproduksi perilaku yang diharapkan. Lingkungan sekolah yang kondusif yang ditopang oleh budaya positif, seperti program 5S, pembiasaan tadarus, dan kegiatan berwawasan lingkungan, turut memperkuat proses internalisasi nilai-nilai karakter pada diri peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Teori Belajar Sosial Bandura melalui keteladanan pendidik, penguatan positif yang konsisten, dan lingkungan belajar yang suportif memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan perilaku positif peserta didik di jenjang pendidikan dasar.