Oryanty Ayu Pagayang
Politeknik Sandi Karsa Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kadar C-Reaktive Protein (CRP) Dan Leukosit Pada Penderita Obesitas Di Kota Makassar Oryanty Ayu Pagayang
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11723

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan berhubungan dengan berbagai penyakit metabolik akibat terjadinya inflamasi kronis tingkat rendah. Jaringan adiposa pada penderita obesitas menghasilkan sitokin proinflamasi yang merangsang peningkatan kadar C-Reactive Protein (CRP) dan jumlah leukosit sebagai respons inflamasi sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar C-Reactive Protein (CRP) dan jumlah leukosit pada penderita obesitas di Kota Makassar. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 55 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), pemeriksaan kadar CRP menggunakan metode Sandwich Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA), serta pemeriksaan jumlah leukosit menggunakan hematology analyzer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman's Rho dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar C-Reactive Protein (CRP) dan jumlah leukosit pada penderita obesitas. Peningkatan kadar CRP diikuti oleh peningkatan jumlah leukosit yang mencerminkan adanya proses inflamasi kronis tingkat rendah pada individu obesitas. Temuan ini menunjukkan bahwa CRP dan leukosit dapat digunakan sebagai biomarker inflamasi untuk menilai kondisi inflamasi pada penderita obesitas. Dengan demikian, pemeriksaan kedua parameter tersebut berpotensi mendukung deteksi dini risiko komplikasi metabolik serta menjadi dasar dalam upaya pencegahan dan pengendalian dampak obesitas melalui pemantauan kesehatan secara berkala.