Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasional, dan Semangat Kerja terhadap Turnover Intention pada Karyawan PT. Kaldu Sari Nabati Plant Majalengka Luvita Nursyabillah Ade Meiliana; Irma Riyana; Sri Agustin; Salsabila Salsabila
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12557

Abstract

Turnover intention merupakan persoalan penting dalam manajemen sumber daya manusia karena dapat mengganggu stabilitas operasional, menurunkan produktivitas, meningkatkan biaya rekrutmen dan pelatihan, serta menyebabkan hilangnya karyawan berpengalaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepuasan kerja, komitmen organisasional, dan semangat kerja terhadap turnover intention pada karyawan PT Kaldu Sari Nabati Plant Majalengka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif dan pengumpulan data secara cross-sectional. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur yang disebarkan kepada 54 karyawan aktif dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian mengukur kepuasan terhadap pekerjaan, komitmen afektif, berkelanjutan, dan normatif, antusiasme serta tanggung jawab kerja, dan kecenderungan karyawan untuk meninggalkan organisasi. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics melalui uji validitas dan reliabilitas, statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention. Komitmen organisasional juga berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan semangat kerja secara signifikan menurunkan keinginan karyawan untuk keluar. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,764, sehingga 76,4% variasi turnover intention dijelaskan oleh model. Temuan ini menegaskan pentingnya lingkungan kerja yang nyaman, keterikatan organisasi, penghargaan, motivasi, dan peluang pengembangan untuk menjaga kestabilan tenaga kerja secara berkelanjutan serta mendukung pencapaian tujuan organisasi.