Fenomena turnover intention menjadi salah satu tantangan strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia karena keputusan karyawan untuk meninggalkan organisasi dipengaruhi oleh faktor ekonomi, terbentuk melalui pengalaman kerja, kondisi psikososial, kepuasan kerja, kualitas hubungan interpersonal, dan persepsi terhadap dukungan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika pembentukan turnover intention karyawan melalui perspektif pengalaman kerja dan mengidentifikasi mekanisme organisasi yang mampu memperkuat strategi retensi sumber daya manusia berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif karyawan dan praktik manajemen dalam menghadapi permasalahan retensi tenaga kerja. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan karyawan dan manajemen organisasi yang memiliki pengalaman terkait proses kerja, kepuasan kerja, dan kebijakan sumber daya manusia. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo 15 melalui tahapan pengkodean data, pembentukan node, kategorisasi tema, analisis hubungan antar kategori, dan pemetaan model konseptual. Hasil pengolahan data NVivo 15 menunjukkan lima tema utama yang membentuk dinamika turnover intention, yaitu ketidakpuasan kerja, tekanan beban psikososial, keterbatasan sistem penghargaan dan pengembangan karier, kualitas hubungan kerja, serta strategi retensi organisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja berlebih dan kelelahan emosional menjadi faktor dominan yang memperkuat kecenderungan karyawan untuk meninggalkan organisasi. Penelitian ini menghasilkan model konseptual yang menjelaskan bahwa turnover intention merupakan proses dinamis yang terbentuk melalui interaksi antara pengalaman individu dan praktik manajemen sumber daya manusia. Temuan penelitian memberikan implikasi bagi organisasi dalam merancang strategi retensi berbasis pengalaman kerja karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keberlanjutan organisasi.