Industri customize furniture di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk furnitur yang sesuai dengan karakteristik ruang, gaya hidup, dan preferensi individu. Perkembangan teknologi digital, perubahan perilaku konsumen, serta dukungan pemerintah terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut mendorong perkembangan industri ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor eksternal yang memengaruhi industri customize furniture serta mengidentifikasi tingkat persaingan industri menggunakan pendekatan PEST (Political, Economic, Social, Technological) dan Porter’s Five Forces. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan pemerintah, regulasi, publikasi industri, serta hasil survei terhadap konsumen potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi memberikan peluang yang signifikan bagi pertumbuhan industri customize furniture. Di sisi lain, industri juga menghadapi ancaman berupa meningkatnya persaingan, perubahan tren konsumen, fluktuasi ekonomi, dan munculnya produk substitusi. Analisis Porter’s Five Forces menunjukkan bahwa tingkat ancaman pendatang baru berada pada kategori sedang, sedangkan ancaman produk substitusi berada pada kategori sedang cenderung rendah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi diferensiasi melalui inovasi desain, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kualitas layanan menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya saing industri customize furniture di Indonesia.