This Author published in this journals
All Journal WIDYA LAKSANA
Anak Agung Putu Sugiantiningsih
Universitas Warmadewa, Denpasar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Bumdes Melalui Optimalisasi Tata Kelola Dan Pelatihan Pengemasan Produk Eco Enzim Untuk Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Anak Agung Putu Sugiantiningsih; I Ketut Darma; I Gusti Ngurah Sanjaya
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.103260

Abstract

Desa Darmasaba memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang menjanjikan, namun pengelolaan BUMDes masih menghadapi kendala dalam tata kelola dan pengembangan produk. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas pengelola BUMDes melalui optimalisasi tata kelola dan pelatihan pengemasan produk eco enzim. Metode yang digunakan adalah participatory action research dengan pendekatan pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung. Kegiatan ini meliputi pengelola BUMdes Desa Darmasaba sebagai mitra utama, Kelompok masyarakat pengerajin Eco Enzim dan Perangkat Desa serta Mahasiswa Universitas Warmadewa. Analisis data dilakukan secara Deskriptif kualitatif yang diperoleh melalui wawancara, observasi partisipatif, dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis menggunakan teknik. Hasilnya menunjukkan peningkatan kapasitas pengelolaan BUMDes, pengembangan produk eco enzim dan turunannya, serta sistem pengemasan yang terstandarisasi. Program ini berhasil meningkatkan nilai jual produk dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Disimpulkan bahwa pendekatan kolaboratif dan pendampingan berkelanjutan efektif dalam memberdayakan BUMDes dan masyarakat desa. Kegiatan pengabdian ini berdampak pada meningkatnya partisipasi dan kesadaran masyarakat Desa Darmasaba terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Selain itu, muncul jejaring sosial baru yang memperkuat solidaritas antarwarga dalam mengembangkan usaha desa.