Tioria Delima Sagala
Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA LEMANG DAN SALUANG DI SUMATERA BARAT Naomy Aprilia Sitorus; Efelin Mikha Sonya Simangunsong; Tioria Delima Sagala; Chaeshilya Maharani Rajagukguk; Michael Sinabuttar; Bakri Sidadolog; Marolob Hasudungan Aritonang
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12992

Abstract

ABSTRACT Local culture embodies various mathematical representations that emerge from community practices; however, its potential as a learning context remains underutilized, particularly within Minangkabau culture. This study explores the mathematical concepts embedded in Lemang, a traditional food, and Saluang, a traditional musical instrument, through the perspective of ethnomathematics, while examining the relationships among the concepts represented by these two cultural artifacts. A qualitative approach employing an ethnographic method was adopted, with data collected through observation, documentation, and literature review. The collected data were analyzed inductively through data reduction, data display, identification of mathematical concepts, and conclusion drawing. The findings reveal that both Lemang and Saluang embody mathematical concepts related to geometry, measurement, and proportional reasoning, each reflecting distinctive characteristics according to its cultural function. A comparative analysis demonstrates that mathematical representations are manifested not only in the physical forms of these cultural objects but also in the cultural practices associated with them, providing a more comprehensive understanding of the relationship between local culture and mathematical concepts. This study broadens the perspective of ethnomathematics by offering an integrated analysis of two different cultural representations and provides a conceptual foundation for developing culturally responsive mathematics learning while supporting the preservation of local cultural heritage through education. ABSTRAK Budaya lokal menyimpan berbagai representasi matematika yang lahir dari praktik kehidupan masyarakat, namun potensi tersebut masih relatif jarang dimanfaatkan sebagai konteks pembelajaran, terutama pada budaya Minangkabau. Kajian ini mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang terdapat pada Lemang sebagai makanan tradisional dan Saluang sebagai alat musik tradisional melalui perspektif ethnomathematics sekaligus menelaah keterhubungan konsep yang muncul pada kedua objek budaya tersebut. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Data yang diperoleh dianalisis secara induktif melalui proses reduksi, penyajian, identifikasi konsep matematika, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Lemang dan Saluang merepresentasikan konsep geometri, pengukuran, dan perbandingan dengan karakteristik yang berbeda sesuai fungsi budaya masing-masing. Analisis komparatif terhadap kedua objek menunjukkan bahwa representasi matematika tidak hanya tampak pada bentuk fisik, tetapi juga pada aktivitas budaya yang melatarbelakanginya sehingga memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai hubungan antara budaya lokal dan konsep matematika. Kajian ini memperluas perspektif ethnomathematics melalui analisis terpadu terhadap dua representasi budaya yang berbeda serta menyediakan dasar konseptual bagi pengembangan pembelajaran matematika berbasis budaya lokal yang lebih kontekstual, sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya melalui proses pendidikan.