Dea Salsabila
Pendidikan Fisika, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF DEEP LEARNING APPROACH IN PHYSICS LEARNING: A MEANINGFUL, MINDFUL, JOYFUL PERSPECTIVE Dea Salsabila; Budiman Nasution
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14289

Abstract

This research is motivated by the gap between the Merdeka Curriculum policy, which emphasizes in-depth learning, and actual physics teaching practices in the field, which remain dominated by conventional methods, thereby making students passive. The purpose of this study is to identify the implementation of the deep learning approach and to describe students' learning experiences in physics at SMA Negeri 1 Medan, with a focus on three aspects: meaningful, mindful, and joyful learning. This research uses a descriptive qualitative method, drawing on data from 4 physics teachers and 24 eleventh-grade students, collected through classroom observations, in-depth interviews, and documentation of learning tools. The data were analyzed using source triangulation based on Miles and Huberman's model and Peirce's semiotic triangle to interpret students' learning experiences. The results show that teachers have implemented 15 indicators of deep learning, although not yet fully consistent; the indicators of relating material to real life and creating an interactive classroom atmosphere are most consistently applied, while cross-disciplinary integration, maintaining focus, and perseverance with different perspectives are still weak, partly because the lesson plans used are still general and shared among several teachers. Students can interpret the relevance of physics to real life and show strong enthusiasm for practical activities, but still maintain a superficial approach to connecting physics with other disciplines and to critically responding to peers' opinions. Among the three aspects, joyful learning has the strongest influence on students' learning experiences, followed by meaningful learning, whereas mindful learning has the weakest influence. These findings indicate that the implementation of deep learning at SMA Negeri 1 Medan is still in the developmental stage, with contextual and interactive dimensions serving as a strong foundation for improving the depth and equity of students' physics learning experiences. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara kebijakan Kurikulum Merdeka yang mengarahkan pembelajaran mendalam dan praktik pembelajaran fisika di lapangan yang masih didominasi metode konvensional, sehingga peserta didik cenderung menjadi pasif. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi pelaksanaan pendekatan deep learning dan mendeskripsikan pengalaman belajar peserta didik dalam pembelajaran fisika di SMA Negeri 1 Medan, dengan tiga aspek, yaitu meaningful, mindful, dan joyful learning. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data dari 4 guru fisika dan 24 peserta didik kelas XI yang dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam, serta dokumentasi perangkat pembelajaran. Data tersebut dianalisis menggunakan triangulasi sumber model Miles dan Huberman, serta segitiga semiotika Peirce untuk memaknai pengalaman belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan guru telah melaksanakan 15 indikator deep learning meski belum sepenuhnya konsisten; indikator mengaitkan materi dengan kehidupan nyata dan membangun suasana kelas yang interaktif paling konsisten diterapkan, sedangkan integrasi lintas bidang ilmu, menjaga fokus, dan ketekunan terhadap perspektif berbeda masih lemah, salah satunya karena RPP yang digunakan masih bersifat umum dan digunakan bersama oleh beberapa guru. Peserta didik mampu memaknai relevansi fisika dengan kehidupan nyata dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan praktik, tetapi masih bersikap dangkal dalam mengaitkan fisika dengan disiplin ilmu lain serta menanggapi pendapat teman secara kritis. Di antara ketiga aspek tersebut, joyful learning memberi pengaruh paling kuat terhadap pengalaman belajar peserta didik, diikuti oleh meaningful learning, sedangkan mindful learning paling lemah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan deep learning di SMA Negeri 1 Medan masih berada pada tahap berkembang, dengan dimensi konteksual dan interaktif sebagai fondasi yang kuat untuk meningkatkan kedalaman dan pemerataan pengalaman belajar fisika peserta didik.