Meningkatnya paparan media sosial dan penggunaan smartphone pada generasi Z berkontribusi pada munculnya fenomena Fear of Missing Out (FoMO) dan risiko cyberbullying yang berpotensi menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan FoMO dan cyberbullying dengan kualitas tidur pada generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh generasi Z yang lahir antara tahun 1997–2012 yang berada di Kalimantan Selatan. Berdasarkan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Lemeshow maka jumlah sampel minimun yang dibutuhkan sebanyak 384 responden. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode convenience sampling. Total responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini sebanyak 408 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Pengukuran variabel FoMO menggunakan Fear of Missing Out Scale (FoMOS), variabel cyberbullying menggunakan Cyberbullying and Online Aggression Survey Instrument, dan variabel kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan untuk variabel kualitas tidur dengan kategori buruk sebanyak 376 responden (92,2%) dan hanya 32 responden (7,8%) yang memiliki kualitas tidur baik. Variabel FoMO sebanyak 189 responden (46,3%) berada pada kategori FoMO tinggi, sedangkan 219 responden (53,7%) berada pada kategori FoMO rendah. Variabel cyberbullying sebanyak 127 responden (31,1%) teridentifikasi sebagai korban cyberbullying, sedangkan mayoritas responden yaitu 281 responden (68,9%) bukan korban cyberbullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang siginifikan antara FoMO dengan kualitas tidur (POR = 2,347) dan terdapat hubungan antara cyberbullying dengan kualitas tidur (POR = 3,403) pada generasi Z di Kalimantan Selatan.The increasing exposure to social media and smartphone use among Generation Z has contributed to the rise of Fear of Missing Out (FoMO) and cyberbullying, both of which have the potential to impair sleep quality. This study aims to analyze the relationship between FoMO and cyberbullying with sleep quality among Generation Z. A quantitative method with a cross-sectional design was employed. The study population included all individuals born between 1997 and 2012 residing in South Kalimantan. Based on the sample size calculation using the Lemeshow formula, the minimum required sample size was 384 respondents. This study employed a non-probability sampling technique using a convenience sampling method. A total of 408 respondents who met the inclusion criteria participated in this study. Data were collected using a questionnaire. FoMO was measured using the Fear of Missing Out Scale (FoMOS), cyberbullying was assessed using the Cyberbullying and Online Aggression Survey Instrument, and sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data were analyzed using the chi-square test. The findings showed that 376 respondents (92,2%) had poor sleep quality, while only 32 respondents (7,8%) had good sleep quality. A total of 189 respondents (46,3%) had high FoMO, while 219 respondents (53,7%) had low FoMO. Additionally, 127 respondents (31,1%) were identified as victims of cyberbullying, whereas the majority 281 respondents (68,9%) were not victims. The results indicate a significant association between FoMO sleep quality (POR = 2,347) and cyberbullying with sleep quality (POR = 3,403) among Generation Z in South Kalimantan.