I Dewa Agung Kanda Awidya Rama
Universitas Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Edukasi Travel Medicine Dalam Pencegahan Travele’s Diarrhea Pada Pelaku Perjalanan : Systematic Literature Review I Dewa Agung Kanda Awidya Rama; Dzulfikar Fatih; Tristan Fajar Nugraza Wijaya Putra; Carolina Maris Inggrid; Angelita Tunggala; Gusti Raisa Islami Nayyara
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 21 No. 1 (2026): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/djik.v21i1.3036

Abstract

Traveler's diarrhea merupakan masalah kesehatan tersering pada pelaku perjalanan internasional dengan prevalensi 20-60%, menimbulkan morbiditas signifikan dan kerugian ekonomi. Edukasi travel medicine menjadi strategi preventif fundamental namun efektivitasnya masih memerlukan sintesis evidens komprehensif. Tujuan menganalisis secara sistematis peran edukasi travel medicine dalam pencegahan traveler's diarrhea berdasarkan evidens ilmiah terkini. Metode Systematic literature review mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan pencarian pada lima basis data elektronik (PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, Springer Link) untuk publikasi tahun 2021-2025. Sepuluh studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan naratif tematik. Hasil penelitian Intervensi edukasi kesehatan perjalanan konsisten meningkatkan pengetahuan preventif dengan rentang 28,4-90%. Konsultasi pra-perjalanan dan penyuluhan komunitas merupakan modalitas tersering. Komponen kunci meliputi personalisasi risiko, informasi praktis, keterlibatan partisipatif, dan berbasis evidens. Kesenjangan pengetahuan-praktik masih terjadi karena hambatan capability, opportunity, dan motivation. Kesimpulan: Edukasi travel medicine efektif meningkatkan pengetahuan pencegahan traveler's diarrhea, namun memerlukan pendekatan komprehensif mengintegrasikan model perilaku, platform digital, dan strategi spesifik destinasi untuk mengoptimalkan translasi pengetahuan menjadi praktik preventif konsisten.
Perbandingan Perbaikan Gejala Dispepsia Non-Bakterial Pada Pasien Yang Mendapatkan PPI Dan Antagonis Reseptor H2 : Systematic Literature Review I Dewa Agung Kanda Awidya Rama; Dzulfikar Fatih Fatih; Megisya Usmi Wabrieni Muharomah Muharomah; Yurin Esterina Marteti Marteti; Yohanes Deco Alexandro Relia Relia; Alex Sander Siahaan Siahaan
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 21 No. 1 (2026): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/djik.v21i1.3039

Abstract

Dispepsia non-bakterial merupakan gangguan gastrointestinal dengan prevalensi tinggi yang menunjukkan heterogenitas patofisiologis substansial, memerlukan pendekatan terapeutik optimal berbasis evidens kontemporer untuk mencapai outcome klinis maksimal. Tujuan: Menganalisis secara sistematis bukti ilmiah komparatif mengenai efikasi klinis, kecepatan onset kerja, durasi perbaikan gejala, dan profil keamanan proton pump inhibitors dibandingkan antagonis reseptor histamin-2 dalam manajemen dispepsia non-bakterial. Metode: Systematic literature review komprehensif melalui basis data elektronik PubMed, Scopus, Science Direct, dan Google Scholar dengan rentang waktu publikasi 2021-2024 menggunakan kriteria inklusi ketat serta penilaian kualitas metodologis terstruktur. Hasil: Sepuluh studi berkualitas tinggi memenuhi kriteria inklusi menunjukkan tingkat respons terapeutik ekuivalen berkisar 30-60% tanpa diferensiasi superioritas absolut. Antagonis reseptor H2 memperlihatkan profil keamanan jangka panjang yang superior dengan tolerabilitas lebih baik, sementara proton pump inhibitors memberikan onset ameliorasi gejala lebih akselerasi namun berpotensi menginduksi komplikasi sistemik pada penggunaan berkepanjangan. Kesimpulan: Personalisasi terapi berdasarkan stratifikasi patofisiologis dan subtipe klinis esensial untuk optimalisasi outcome pasien, dengan pendekatan step-down therapy sebagai strategi terapeutik rasional.