Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental: Edukasi Gaya Kelekatan untuk Menghindari Tren Self-Diagnosis Nurfaidah Ardis; Salsabila Nasution; Inaya Ridhayanti Qarimah; Qawiyyan Fitri; Alifia Ainun Rizky
Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, dan Aksi Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, dan Aksi (ABDIMASIA)
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/abdimasia.v2i1.522

Abstract

Fenomena self-diagnosis di media sosial menciptakan tantangan baru bagi literasi kesehatan mental mahasiswa, di mana informasi mengenai gaya kelekatan (attachment style) sering kali disalahpahami sebagai label patologis tanpa evaluasi profesional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai dinamika gaya kelekatan serta membangun sikap kritis terhadap tren diagnosis mandiri di era digital. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi melalui teknik ceramah interaktif, bantuan media visual, dan simulasi kasus relasional yang relevan dengan kehidupan mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan secara luring di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin untuk memfasilitasi interaksi langsung dan ruang refleksi yang aman bagi peserta. Hasil dari kegiatan ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan pengetahuan berbasis bukti tentang bagaimana pola kelekatan memengaruhi hubungan interpersonal serta pentingnya konsultasi profesional. Melalui pendekatan ini, mahasiswa didorong untuk mengalihkan kecenderungan self-diagnosis menjadi kesadaran diri (self-awareness) yang lebih sehat dan akurat. Kesimpulan dari pengabdian ini menegaskan bahwa literasi kesehatan mental yang tepat merupakan kunci utama dalam memitigasi dampak negatif misinformasi media sosial sekaligus memperbaiki kualitas hubungan interpersonal di kalangan generasi muda.