Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Beban Kerja Dengan Pelaksanaan Verifikasi Hasil Pemeriksaan Laboratorium di Rumah Sakit Swasta Kecamatan Denpasar Barat Made Meyrina Puspita Sari; I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna Putra; Putu Gede Subhaktiyasa
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 9 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i9.2688

Abstract

Verifikasi hasil pemeriksaan laboratorium merupakan bagian penting dari sistem jaminan mutu laboratorium yang bertujuan untuk memastikan ketepatan dan keakuratan hasil pemeriksaan. Pelaksanaannya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat pengetahuan dan beban kerja petugas laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan beban kerja dengan pelaksanaan verifikasi hasil pemeriksaan laboratorium di tiga rumah sakit swasta di Kecamatan Denpasar Barat, yaitu RS Surya Husadha, RS Bali Med, dan RS Kasih Ibu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 45 orang, diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup dengan skala Guttman dan Likert. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan pelaksanaan verifikasi hasil pemeriksaan laboratorium (p < 0,05), serta hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan pelaksanaan verifikasi hasil pemeriksaan laboratorium (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik dan beban kerja yang dikelola dengan baik berkontribusi positif terhadap pelaksanaan verifikasi hasil pemeriksaan laboratorium yang optimal.
SPIRITUAL LEADERSHIP AND ORGANIZATIONAL COMMITMENT IN HIGHER EDUCATION: MEDIATING ROLE OF TRI HITA KARANA AND SPIRITUAL WELLBEING Putu Gede Subhaktiyasa; Silvia Ni Nyoman Sintari; I Nyoman Bagus Suweta Nugraha; N. Putri Sumaryani
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i4.2944

Abstract

Spirituality and local wisdom values play an important role in organizational behavior, but their integration into leadership and lecturer commitment in higher education institutions has not been widely explored. This study aims to understand the effect of spiritual leadership on lecturer commitment, mediated by Tri Hita Karana (THK) culture and spiritual wellbeing. The study used an exploratory quantitative design involving 98 lecturers from higher education institutions using the inverse square root and gamma exponential methods. The sample size was determined using purposive sampling, with the criterion that participants be permanent Hindu lecturers holding a minimum functional position of assistant expert. Data analysis used a PLS-SEM second-order reflective model. The results indicate that spiritual leadership impacts organizational commitment, THK, and lecturers' spiritual wellbeing. THK culture and spiritual wellbeing play significant roles as mediators of the effects of spiritual leadership on organizational commitment. These findings suggest that integrating personal spirituality and local cultural values into leadership can strengthen lecturers' commitment. Higher education management needs to develop leadership in harmony with local cultural wisdom and spirituality to foster a harmonious academic environment.