Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Building Information Modeling (BIM) dan Integrated Project Delivery (IPD) sebagai Kerangka Desain Skematik dan Design Development Kolaboratif Yusuf Rochman Arosyid; Agus Setiawan
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 11 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i11.2784

Abstract

Pemodelan Informasi Bangunan (BIM) dan Pengiriman Proyek Terpadu (IPD) menawarkan pendekatan kolaboratif untuk desain arsitektur multidisiplin. Penelitian ini mengevaluasi integrasi BIM dan IPD informal sebagai kerangka kerja kolaboratif selama fase desain skematik dan pengembangan desain. Penelitian dilakukan melalui tinjauan literatur dan desain berbasis praktik menggunakan Archicad dan BIM Cloud, didukung oleh Common Data Environment (CDE) yang terdiri dari Google Sheets dan Canva. Model ini dikembangkan secara progresif dari LOD 100 hingga LOD 300, yang melibatkan arsitektur, struktur, dan disiplin MEP secara paralel. Hasilnya menunjukkan peningkatan efisiensi koordinasi, validasi teknis yang lebih cepat, dan pengurangan revisi desain utama. Meskipun tidak ada kontrak IPD formal, prinsip-prinsip kolaboratif diterapkan secara fungsional melalui transparansi informasi dan keterlibatan awal pemangku kepentingan. Temuan penelitian ini mengimplikasikan bahwa pendekatan BIM-IPD informal dapat diadopsi sebagai strategi desain kolaboratif dalam praktik arsitektur Indonesia.  Studi ini menunjukkan bahwa integrasi BIM dan IPD informal dapat diadaptasi sebagai strategi desain kolaboratif dalam praktik arsitektur dalam konteks profesi Indonesia.
Kolaborasi Berbasis BIM Dengan Metode IPD Studi Kasus Cathedral Hill Hospital Fadia Ailsa Khilda; Agus Setiawan
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 6, Nomor 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v6i2.66

Abstract

Integrasi Building Information Modeling (BIM) dan Integrated Project Delivery (IPD) semakin banyak diterapkan dalam proyek konstruksi karena menawarkan peningkatan kolaborasi dan efisiensi. BIM berfungsi sebagai teknologi untuk mengoordinasikan proses perencanaan dan konstruksi, sedangkan IPD mendorong integrasi desain dan konstruksi dalam lingkungan yang kolaboratif. Kombinasi ini meningkatkan perhatian pada produktivitas, koordinasi, dan pendekatan yang berfokus pada mitigasi pekerjaan ulang. Metode IPD melibatkan pemangku kepentingan sejak tahap perencanaan, memperkuat prinsip Lean Construction dengan mengurangi pemborosan dan mendorong sinergi tim. Studi ini bertujuan untuk mengindentifikasi kolaborasi BIM dan IPD dengan penggabungan prinsip Lean Construction efektif untuk mempercepat penyelesaian proyek, serta mengoptimalkan pengendalian anggaran. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dan studi kasus proyek Cathedral Hill Hospital. Hasil penelitian menjawab tujuan dari penelitian ini yaitu kolaborasi BIM, IPD, dan Lean Construction dapat mempercepat proyek dan mengendalikan anggaran.
Efektivitas IPD Pada Kinerja Manajemen Proyek Studi Kasus: Autodesk AEC Headquarters, California Aesha Mutiara Nurulhuda; Agus Setiawan
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 6, Nomor 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v6i2.67

Abstract

Integrated Project Delivery (IPD) telah menunjukkan manfaat yang signifikan dalam manajemen proyek konstruksi. Efektivitas IPD disebabkan oleh kesepakatan multipihak, keterlibatan awal peserta utama, dan penyelarasan kepentingan pemangku kepentingan. Penelitian pada kontraktor mekanik dan listrik mengungkap peningkatan kinerja dalam kekurangan dan pengajuan ulang. Implementasi IPD di Kantor Pusat Autodesk AEC di California berfungsi sebagai studi kasus, dianalisis melalui tinjauan pustaka, perbandingan lapangan, dan analisis khusus untuk memvalidasi efektivitas IPD. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka dan perbandingan antara seberapa efektif IPD dan manajemen proyek tradisional. Dengan kesimpulan bahwa pengaruh signifikan IPD pada manajemen proyek adalah 27,6% lebih unggul dengan kegagalan perhitungan minimal dalam estimasi biaya dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan Integrated Project Delivery (IPD) dalam manajemen proyek konstruksi, khususnya pada Autodesk AEC Headquarters. Fokusnya adalah untuk mengukur dampak IPD terhadap efisiensi waktu, estimasi biaya, kolaborasi multipihak, dan pengurangan risiko dibandingkan dengan metode manajemen proyek tradisional.