Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pemasaran Produk Pemanfaatan Budidaya Ikan Lele sebagai Usaha Kuliner di Desa Wisata Batu Kumbung Kecamatan Lingsar Lombok Barat Anak Agung Putu Gede Puja Anggara; Anak Agung Ketut Alit Pujawan
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 7 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i7.3507

Abstract

Desa Wisata Batu Kumbung memiliki potensi unggulan dalam budidaya ikan lele yang telah ditetapkan sebagai desa wisata berbasis perikanan air tawar (mina wisata) melalui Surat Keputusan Bupati Lombok Barat Nomor 188.45/226/DISPAR/2022. Namun, pemanfaatan hasil budidaya sebagai usaha kuliner masih menghadapi tantangan dalam hal pemasaran, sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk meningkatkan daya saing produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran produk budidaya ikan lele (Clarias sp.) sebagai usaha kuliner di Desa Wisata Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, FGD, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama terletak pada ketersediaan bahan baku yang stabil dan inovasi produk olahan, sementara kelemahan mencakup keterbatasan modal dan belum optimalnya pemasaran digital. Peluang berasal dari perkembangan pariwisata dan dukungan teknologi informasi, sedangkan ancaman meliputi kenaikan harga pakan dan persaingan usaha. Strategi yang direkomendasikan adalah strategi SO melalui optimalisasi digital marketing, inovasi produk dan kemasan, serta pengembangan wisata edukasi. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan memperkuat identitas desa sebagai destinasi kuliner berbasis perikanan.
Organoleptic Test of Granulated Sugar Substitution with Palm Sugar in Making Papaya Jam Eunice Cynthia Febiola; Gede Adi Sistha Winata; Anak Agung Ketut Alit Pujawan
Indonesian Journal of Applied and Industrial Sciences (ESA) Vol. 5 No. 2 (2026): March 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/esa.v5i2.15

Abstract

Papaya is a tropical fruit with high nutritional value but is highly perishable and has a short shelf life. One method to extend its shelf life is by processing it into products such as jam. However, the use of granulated sugar in jam may pose health concerns, thus palm sugar is used as a natural alternative sweetener. This study aimed to determine the organoleptic quality of papaya jam with three treatments: P1 (100% palm sugar), P2 (50% palm sugar + 50% granulated sugar), and P3 (100% granulated sugar). The method used was an experimental design, with organoleptic tests conducted by 25 semi-trained panelists using a Likert scale questionnaire. The results showed that P3 was the most preferred in terms of color, aroma, and taste, while P2 was superior in texture. P1 tended to produce a darker color and a stronger palm sugar aroma. Observations over eight weeks of storage showed that P1 had the most stable organoleptic quality until the 8th week. Therefore, although P3 was the most preferred, P1 can be considered a viable alternative in terms of product shelf-life stability.