Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Zero Rice Policy: Studi Manajemen Keputusan Pada Komunitas Cirendeu Sejak 1918 Clarissa Azalia Maharani; Nazwa Triwardani Agustin; Akrom Rabki Nursantoso; Raditya Farrel Putra Grandi; Tiara Badriah; Irdy Hijriyan
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 9 (2026): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i9.3479

Abstract

Kampung Cirendeu di Cimahi merupakan komunitas adat Sunda yang telah menerapkan Zero Rice Policy—kebijakan tidak mengonsumsi beras sejak 1918 sebagai strategi adaptif terhadap kondisi penjajahan dan kerentanan pangan. Kebijakan ini menggantikan beras dengan singkong (rasi) sebagai makanan pokok, dan telah bertahan lebih dari satu abad sebagai wujud ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan yang melahirkan Zero Rice Policy serta mengidentifikasi faktor-faktor sosial, budaya, dan kepemimpinan yang mendukung keberlanjutannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan anggota komunitas, serta analisis dokumen tradisi. Data dianalisis secara tematik mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zero Rice Policy lahir dari proses pengambilan keputusan kolektif yang melibatkan musyawarah adat dan pertimbangan konteks sosio-ekologis. Keberlanjutan kebijakan ini didukung oleh nilai-nilai budaya (silih asah, silih asih, silih asuh), kepemimpinan adat yang partisipatif, serta struktur sosial yang menginternalisasi kebijakan sebagai identitas komunitas. Kebijakan ini juga berkontribusi pada ketahanan pangan melalui diversifikasi berbasis sumber daya lokal.  Zero Rice Policy bukan sekadar keputusan pangan, melainkan sistem manajemen sosial berbasis kearifan lokal yang efektif dan berkelanjutan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa model pengambilan keputusan komunitas adat dapat menjadi alternatif dalam perancangan kebijakan ketahanan pangan yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada nilai-nilai lokal. Penelitian ini merekomendasikan integrasi kearifan serupa ke dalam kerangka kebijakan pangan nasional yang lebih inklusif.
Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak Islam pada Mahasiswa Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melindha Cah Yani Putri Dwi Yanto; Clarissa Azalia Maharani; Akrom Rabki Nursantoso; Fazriel Muhammad Meidian Fadillah; Adlyn Safrina Nisa Awwaliyah; A. Saeful Bahri
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 9 (2026): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i9.3518

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian dan karakter mahasiswa, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai akhlak Islam. Akhlak merupakan inti ajaran Islam yang berfungsi sebagai pedoman perilaku manusia dalam kehidupan individu maupun sosial. Tantangan globalisasi, perkembangan teknologi digital, serta perubahan gaya hidup mahasiswa menuntut penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep akhlak dalam Islam, teori internalisasi nilai, serta peran Pendidikan Agama Islam dalam menginternalisasikan nilai-nilai akhlak Islam pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah Al-Qur’an, Hadis, buku Pendidikan Agama Islam, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai akhlak Islam dapat dilakukan secara efektif melalui pembelajaran PAI yang integratif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam membentuk mahasiswa yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan beretika dalam kehidupan akademik maupun sosial.