Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Manajemen Talenta sebagai Strategi Meningkatkan Kinerja Organisasi dan Keunggulan Kompetitif di Era Society 5.0 Desi Nurhayati Daulay; Benny Ericson Hamonangan Hutajulu; Bahagia Simatupang; Abdul Malik; Ahmad Roni Saragih; Deni Arsiyanti; Rini Verayana Harahap
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v6i3.3608

Abstract

Era Society 5.0 menuntut organisasi untuk mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan pengembangan sumber daya manusia yang berfokus pada manusia guna menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen talenta sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja organisasi sekaligus menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan ( library study ) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, analisis melalui konten terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan, meliputi jurnal, buku, prosiding, dan dokumen akademik. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi konsep, strategi, dan praktik terbaik dalam penerapan manajemen bakat pada berbagai jenis organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan manajemen talenta yang efektif meliputi proses formasi, rekrutmen, pengembangan, retensi, evaluasi kinerja, dan perencanaan suksesi yang terintegrasi dengan tujuan strategi organisasi. Penerapan tersebut terbukti mampu meningkatkan kompetensi individu, produktivitas kerja, keterlibatan karyawan, inovasi, serta efektivitas organisasi secara menyeluruh. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital, seperti Artificial Intelligence , big data analitik , dan sistem manajemen sumber daya manusia berbasis digital, berperan penting dalam meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, penilaian objektivitas, serta efisiensi pengelolaan talenta. Integrasi antara strategi manajemen talenta dan transformasi digital memungkinkan organisasi beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan, memperkuat daya saing, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen talenta merupakan fundamental strategi dalam membangun organisasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada keinginan di era Society 5.0. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi sejarawan, praktisi, dan pengambil kebijakan dalam merancang strategi pengelolaan talenta yang efektif untuk meningkatkan kinerja organisasi serta mempertahankan keunggulan kompetitif di masa depan.
Strategi Pengembangan Talenta Aparatur Sipil Negara Berdasarkan Hasil Nine Box Talent Mapping pada Pemerintah Kota Tebing Tinggi Rangga Ramadia Krisna; Reni Liliace; Ricki Steven Manalus; Rini Verayana Harahap; Riyan Nugraha; Safarina Safarina; Aisyah Siregar
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v6i4.3620

Abstract

Manajemen talenta merupakan bagian penting dalam penerapan sistem merit guna mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, kompeten, dan berdaya saing dalam reformasi birokrasi. Pemetaan talenta yang akurat menjadi prasyarat agar organisasi pemerintah dapat mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia aparatur secara tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi talenta ASN berdasarkan hasil Nine Box Talent Mapping serta merumuskan strategi pengembangan talenta di Pemerintah Kota Tebing Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder hasil Tes Profiling ASN dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) terhadap 1.737 ASN yang terdiri atas Pejabat Pengawas, Jabatan Fungsional Ahli Pertama, dan Jabatan Fungsional Ahli Muda. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif melalui tabulasi frekuensi dan persentase untuk memetakan posisi setiap ASN ke dalam sembilan kuadran talenta berdasarkan dimensi kinerja dan potensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ASN, yakni 94,65%, berada pada kelompok Low Talent, sementara hanya 4,55% berada pada kelompok Moderate Talent dan 0,81% pada kelompok High Talent, menunjukkan adanya kesenjangan talenta yang signifikan dan memerlukan intervensi pengembangan yang segera. Distribusi talenta ini juga berbeda pada setiap kelompok jabatan, sehingga strategi pengembangan yang diterapkan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing kelompok. Penelitian ini menghasilkan kerangka strategi pengembangan talenta ASN berbasis hasil Nine Box Talent Mapping, yang dapat menjadi dasar penyusunan program pengembangan kompetensi, pembentukan talent pool, dan perencanaan suksesi (succession planning) secara lebih terarah. Kerangka ini diharapkan dapat mendukung implementasi sistem merit secara berkelanjutan di Pemerintah Kota Tebing Tinggi, sekaligus menjadi rujukan bagi pemerintah daerah lain dalam merancang kebijakan manajemen talenta berbasis data.