Rendahnya integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran Seni Budaya menyebabkan pendidikan karakter belum terlaksana secara optimal sehingga peserta didik belum memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai-nilai karakter yang terkandung dalam kesenian Tayub Blora, implementasinya dalam pembelajaran Seni Budaya, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SMPN 1 Tunjungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 1 kepala sekolah, 1 guru Seni Budaya, 30 peserta didik kelas VIII, dan 2 pelaku seni Tayub Blora yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Tayub Blora mengandung nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, kerja sama, toleransi, dan penghargaan terhadap budaya lokal. Nilai-nilai tersebut diimplementasikan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan reļ¬eksi. Dukungan sekolah, kompetensi guru, serta keterlibatan pelaku seni menjadi faktor pendukung, sedangkan keterbatasan waktu pembelajaran dan persepsi negatif sebagian masyarakat menjadi faktor penghambat. Temuan penelitian memberikan kontribusi berupa implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Tayub Blora yang dapat menjadi model pembelajaran kontekstual sekaligus mendukung pelestarian budaya daerah di jenjang SMP.