This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan dan Pemberdayaan UMKM melalui Edukasi Digitalisasi Administrasi Usaha dan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai Upaya Peningkatan Legalitas di Desa Banjarwangi Deni Hendarto; Ibnu Zikra Rahman; Refal Maulana Fadillah; Herdiansyah; Muhammad Izra Pratama; Siti Amelia Fauziah; Nazwa Kamila; Deni Ardhika Badrudin; Nazwa Khaerul Nissa; Mutiara Az Zhari Wijaya
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21502

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam perekonomian nasional, namun masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pendampingan pembuatan NIB, mengidentifikasi tantangan sertifikasi halal, serta mengevaluasi kontribusi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam meningkatkan legalitas usaha di Desa Banjarwangi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri dari pelaku UMK, petugas instansi terkait, dan konsumen, yang dipilih melalui teknik purposive dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurusan NIB relatif lebih mudah melalui sistem OSS, namun masih terkendala oleh keterbatasan literasi digital, terutama pada pelaku usaha berusia lanjut. Sebaliknya, sertifikasi halal dianggap lebih kompleks karena membutuhkan dokumen bahan baku, penerapan standar higienitas, serta biaya tambahan. Meski demikian, keberadaan NIB dan sertifikat halal terbukti meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, dan memberikan legitimasi formal yang mendukung keberlanjutan usaha. Kesimpulannya, program pendampingan KKN berperan penting dalam mempercepat legalisasi usaha, meskipun masih dibutuhkan dukungan pemerintah berupa pelatihan literasi digital, sosialisasi, dan subsidi biaya untuk memperkuat ekosistem ekonomi halal di tingkat desa.
Evaluasi Program Hygritech (Hydroponic Agricultural Technology) HIMATIP sebagai Model Edukasi bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Deni Hendarto; Refal Maulana Fadillah; Ibnu Zikra Rahman; Herdiansyah; Muhammad Izra Pratama; Siti Amelia Fauziah; Nazwa Kamila; Deni Ardhika Badrudin; Nazwa Khaerul Nissa; Mutiara Az-zhari Wijaya; Muhammad Abu Ridho Abdul Haq; M Rizki Rianto; Wildan Saputra
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21890

Abstract

Program Hygritech (Hydroponic Agricultural Technology) merupakan inisiatif yang dikembangkan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam memperkenalkan sistem pertanian modern berbasis hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Hygritech sebagai model edukasi dan pemberdayaan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarwangi Sejahtera dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi terhadap penerapan teknologi pertanian modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner yang disebarkan kepada 20 anggota KWT peserta pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88% peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai teknik hidroponik, terutama dalam aspek efisiensi air, pengelolaan nutrisi, dan sistem Nutrient Film Technique (NFT), serta 80% peserta mampu mengoperasikan instalasi hidroponik sederhana secara mandiri. Selain peningkatan keterampilan teknis, program ini juga berdampak positif secara sosial dan ekonomi, di mana beberapa anggota KWT mulai memanfaatkan hasil panen hidroponik sebagai komoditas bernilai jual dan memperkuat kerja sama antaranggota kelompok. Dengan demikian, Program Hygritech HIMATIP terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas teknis, memperkuat kemandirian ekonomi, serta mendorong partisipasi aktif perempuan dalam penerapan pertanian modern berbasis teknologi. Program ini layak direplikasi di wilayah lain dengan dukungan kolaboratif antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat.
Peranan Bahan Tambahan Pangan dalam Menjaga Stabilitas dan Mutu Produk Pangan Deni Ardhika Badrudin; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25626

Abstract

Industri pangan modern menuntut produk pangan yang tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki kualitas yang stabil selama proses pengolahan, distribusi, dan penyimpanan. Salah satu upaya yang banyak dilakukan untuk mempertahankan mutu produk adalah penggunaan bahan tambahan pangan (BTP). Bahan tambahan pangan memiliki berbagai fungsi penting, seperti memperpanjang umur simpan, menjaga kestabilan fisik produk, memperbaiki tekstur, serta mempertahankan karakteristik sensoris produk pangan. Artikel ini bertujuan untuk membahas peranan bahan tambahan pangan dalam menjaga stabilitas dan mutu produk pangan pada industri pangan modern. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai jurnal nasional, jurnal internasional, serta publikasi ilmiah yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan bahan tambahan pangan seperti anti caking agent pada produk pangan berbentuk serbuk dan garam pengemulsi pada produk keju olahan berperan penting dalam menjaga kestabilan produk selama penyimpanan. Selain memberikan manfaat dalam mempertahankan kualitas produk, penggunaan bahan tambahan pangan juga perlu memperhatikan aspek keamanan serta regulasi penggunaan agar tetap aman bagi konsumen. Dengan demikian, bahan tambahan pangan menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung kualitas, kestabilan, dan keamanan produk pangan pada industri pangan modern.