Eka Rokhmiati Wahyu Purnamasari
Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Musik Tradisional Kacapi Suling Sunda terhadap Pulih Sadar Bayi Pasca General Anestesi Khusnul Nugrahini; Eka Rokhmiati Wahyu Purnamasari; Hari Ghanesia Istiani
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 1 No. 01 (2022): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v1i01.147

Abstract

Pasca general anestesi merupakan periode kritis, tidak sadar yang berlangsung lebih dari 15 menit dianggap sebagai prolonged. Sehingga dibutuhkan tindakan farmakologi dan non farmakologi untuk membantu mengatasi prolonged pada pasca general anestesi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh musik tradisional kacapi suling sunda terhadap waktu pulih sadar bayi pasca general anestesi.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen post-test only control group design. Dilakukan pada dua kelompok terdiri dari total 30 responden dengan jumlah 15 responden kelompok perlakuan dan 15 responden kelompok kontrol. Tehnik pengambilan menggunakan lembar penilaian Steward Score. Uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk dan uji statistik yang digunakan adalah Mann Whitney. Gambaran waktu pulih sadar pada kelompok kontrol adalah prolonged 80%, nonprolonged 20%. Sedangkan gambaran waktu pulih sadar pada kelompok eksperimen adalah prolonged 7%, nonprolonged 93%. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh dari pemberian musik tradisional kacapi suling sunda terhadap waktu pulih sadar pada bayi pasca general anestesi. Hal ini dibuktikan dengan uji Mann Whitney dengan nilai Pvalue = 0,000 < 0,05. Pemberian terapi musik tradisional kacapi suling sunda efektif membantu mempercepat waktu pulih sadar bayi pasca general anestesi, sehingga dapat diterapkan di rumah sakit sebagai salah satu alternatif tindakan non farmakologi.