Rofi’atun Zakiah
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Maju

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Literasi Keuangan, Ability To Pay, dan Persepsi Kerentanan Penyakit dengan Keikutsertaan JKN Mandiri Masyarakat di Kp. Babakan, Dramaga, Bogor Rofi’atun Zakiah; Muhammad Zulfikri Mukarom; Cici Demiyati
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 3 No. 04 (2024): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v3i04.166

Abstract

Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional segmen mandiri merupakan instrumen perlindungan finansial rumah tangga dari risiko biaya pelayanan kesehatan. Namun, keberlanjutan kepesertaan masyarakat masih dipengaruhi oleh kemampuan mengelola keuangan, kapasitas membayar iuran, dan persepsi terhadap risiko penyakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan literasi keuangan, kemampuan membayar, dan persepsi kerentanan penyakit dengan keikutsertaan Jaminan Kesehatan Nasional Mandiri pada masyarakat di Kampung Babakan, Dramaga, Bogor. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 70 ibu rumah tangga dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik biner. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa literasi keuangan, kemampuan membayar, dan persepsi kerentanan penyakit berhubungan dengan keikutsertaan Jaminan Kesehatan Nasional Mandiri dengan nilai p<0,001. Analisis multivariat menunjukkan bahwa literasi keuangan (OR=1,782; 95% CI: 1,190–2,670; p=0,005), Ability to pay (OR=0,555; 95% CI: 0,365–0,843; p=0,006), dan persepsi kerentanan penyakit (OR=4,490; 95% CI: 1,702–11,848; p=0,002) berpengaruh dengan keikutsertaan. Model menjelaskan 39,1% variasi keikutsertaan, dan persepsi kerentanan penyakit merupakan faktor paling dominan. Peningkatan kepesertaan mandiri memerlukan strategi terpadu yang memperkuat literasi keuangan, kapasitas pembayaran iuran, dan kesadaran masyarakat terhadap risiko kesehatan.