Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Use of Acoustic Materials for Moveable Silence Booth to Support Remote Work in Office Facilities Nabilla Retnaning Dewanti; Titi Indahyani; Cristella Natania; Meily Caroline Handi; Verencia Clarissa Sipasulta
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 10 No. 1 (2026): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijau.v10i1.24944

Abstract

Acoustic elements are one of the most important factors to consider when designing a space, particularly in public spaces. This paper discusses the optimal design of the soundproof panels utilized in the moveable silence booth to support office facilities. The study aims to facilitate remote employees who do remote work as an effect of the prolonged pandemic era worldwide. This is one of the main issues with office furniture and interior design, where it is essential to have a space that can accommodate acoustic activities such as online meetings. When addressing these problems, it's essential to consider acoustic challenges, especially in a moveable silence booth or other chambers for online meetings individually that utilize acoustic components. The acoustic panel material study case also examined some values that can be highlighted through specific research stages (literature study, online observation, and online interviews) and design stages (design concept and final implementation). The result shows that the use of acoustic panels and sound insulation tempered glass in supporting moveable silence booth design can enhance the effectiveness and productivity of the users. The conclusion states are in terms of soundproofing elements can be a solution for designing a private booth in the office.
Pengembangan Living Lab untuk Kampung UMKM Dusun Rejoso, Desa Junrejo, Kota Batu Nabilla Retnaning Dewanti
Jurnal Desain Interior Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.4471

Abstract

Seiring pertumbuhan penduduk Dusun Rejoso yang sebagian besar mata pencahariannya adalah sebagai pengrajin dan produsen, Kampung UMKM Rejoso menjadi tempat yang dapat menarik wisatawan saat berkunjung ke kota Batu. Namun masyarakat setempat belum ada inisiatif untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif, selama ini penduduk Dusun Rejoso hanya berfokus pada produksi saja. Hal ini dikarenakan tidak adanya sarana yang memadai untuk warga setempat melakukan pelatihan ataupun pengembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wadah kreatif bagi warga Dusun Rejoso untuk dapat meningkatkan keterampilannya berupa ruang komunal Living Lab sehingga dapat menjadi penyambung antara pemangku kepentingan dari luar desa melalui acara-acara dan kegiatan yang dilaksankan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dimana data diambil melalui observasi lapangan, studi literatur,dan wawancara. Data diolah kemudian digunakan sebagai acuan studi perbandingan dengan dua objek Living Lab yang berada di Eropa yaitu DeCevuel Living Lab dan Cornella Citilab. Hasil analisa studi perbandingan ini menunjukkan bahwa peta sistem yang digunakan oleh kedua Living Lab tersebut mempunyai beberapa kemiripan fasilitas, yaitu tempat pelatihan dan lokakarya, studio media sosial seperti podcast dan pengambilan foto produk, area mengadakan acara dan pameran. Sehingga penelitian ini menghasilkan peta sistem yang dapat dijadukan acuan pemngembangan Living Lab dengan melibatkan beberapa pemangku kepentingan di Dusun rejoso, Desa Junrejo. Penelitian ini dapat berkembang menjadi sebuah perancangan bangunan dengan mempertimbangkan dukungan dari pemangku kepentingan yang terlibat melalui peta sistem yang sudah dibuat.