Khundara Adiyoga Biwada
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK PERKEMBANGAN DESTINASI WISATA TERHADAP ATTITUDES DAN ELECTRONIC WORD-OF-MOUTH MASYARAKAT: PENDEKATAN STIMULUS-ORGANISM-RESPONSE DI DESA GIRIKARTO Khundara Adiyoga Biwada
Journal of Sharia Tourism and Hospitality Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Sharia Tourism and Hospitality
Publisher : Department of Sharia Tourism, Faculty of Islamic Economics and Business UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/jetour.v4i1.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perkembangan destinasi wisata di DesaGirikarto membentuk respons masyarakat melalui kerangka Stimulus-Organism-Response (SOR). DesaGirikarto mengalami perkembangan pariwisata yang cepat melalui munculnya berbagai destinasi wisataseperti HeHa Ocean View, Puncak Segoro, Teras Kaca, dan Pantai Gesing, yang membawa konsekuensiekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatifdengan metode survei kepada 170 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisismenggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dampak sosial budaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap attitudesmasyarakat (β = 0,423; t = 4,631; p < 0,001), sedangkan dampak ekonomi tidak berpengaruh signifikanterhadap attitudes masyarakat (β = 0,114; t = 1,790; p = 0,074). Selanjutnya, attitudes masyarakatberpengaruh signifikan terhadap electronic word-of-mouth (e-WOM) (β = 0,399; t = 5,070; p < 0,001).Temuan ini menunjukkan bahwa dampak sosial budaya merupakan faktor yang lebih dominan dalammembentuk attitudes masyarakat, yang selanjutnya memengaruhi electronic word-of-mouth sebagairespons terhadap perkembangan destinasi wisata. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajianpariwisata dengan menjelaskan mekanisme pembentukan respons masyarakat terhadap perkembangandestinasi wisata yang berlangsung cepat, serta memberikan implikasi praktis bagi pengelola destinasidan pemerintah daerah dalam menyeimbangkan pertumbuhan pariwisata dengan keberlanjutan sosialbudaya.