Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip organisasi modern dalam mewujudkan Good Village Governance di Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Seiring dengan besarnya alokasi Dana Desa, diperlukan tata kelola yang akuntabel dan efisien untuk mencegah malpraktik administrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur kepada Sekretaris Desa sebagai orang yang mengkoordinasikan tugas Kepala Desa. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dalam bentuk naratif, dan penarikan kesimpulan. Uji Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, dengan menyamakan antara hasil wawancara dan dokumen tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Gunung Putri berhasil mengintegrasikan prinsip organisasi modern melalui struktur komando piramida yang tegas, penempatan SDM berbasis potensi, dan digitalisasi pelayanan publik melalui aplikasi website serta Anjungan Pelayanan Mandiri. Inovasi sistem "jemput bola" terbukti mampu memangkas birokrasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Meskipun terdapat kendala infrastruktur seperti gangguan listrik dan kapasitas SDM, penggunaan teknologi informasi dan penguatan unit usaha BUMDes (GunungPutriNet) berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) serta menciptakan transparansi anggaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi kepemimpinan instruksional dan adaptasi teknologi informasi merupakan kunci utama dalam mencapai tata kelola desa yang profesional, transparan, dan akuntabel.