Tujuannya dari penelitian ini guna mengetahui apakah penggunaan aplikasi Mondly Arabic dapat membantu siswa kelas X di SMA Darul Faizin Caringin dalam meningkatkan pemahaman kosakata bahasa Arab (mufradat). Eksperimen semu dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest adalah metodologi yang digunakan dalam penelitian ini. Dua kelas, kelas X.1 sebagai kelompok eksperimen maupun kelas X.2 menjadi kelompok kontrol, terbagi atas peserta penelitian. Setiap kelas terdiri dari 27 siswa, dengan total 54 responden. Ujian mendengarkan kosakata bahasa Arab digunakan sebagai alat penelitian, dan diberikan sebelum maupun sesudah perlakuan. Sementara kelompok kontrol menggunakan teknik pengajaran tradisional, kelompok eksperimen menggunakan aplikasi Mondly Arabic sebagai materi pembelajaran. Temuan dari uji-t sampel berpasangan menunjukkan adanya peningkatan substansial dalam hasil pembelajaran pada kelompok eksperimen, dengan nilai sig. 0,000 < 0,05. Selain itu, temuan uji-t sampel independen memperlihatkan sig. 0,012 < 0,05, yang berarti ada perbedaan penting dalam hasil pembelajaran antara kelompok eksperimen maupun kontrol. Sehingga, dikatakan bahwasanya aplikasi Mondly Arabic sebagai cara yang baik guna memberikan bantuan bagi siswa menjadi lebih baik dalam mendengarkan bahasa Arab.Bagian latar belakang harus menjadi bagian terpendek dari abstrak dan secara singkat menguraikan informasi berikut: Apa yang sudah diketahui tentang subjek, terkait dengan makalah yang bersangkutan? Apa yang tidak diketahui tentang subjek dan karenanya apa yang ingin diteliti oleh penelitian (atau apa yang coba disajikan makalah ini – sebagai tujuan). Dalam kebanyakan kasus, latar belakang dapat dibingkai hanya dalam 2–3 kalimat, dengan setiap kalimat menggambarkan aspek berbeda dari informasi yang dirujuk di atas. Tujuan penelitian, seperti yang diindikasikan oleh kata-kata untuk memberikan latar belakang penelitian kepada pembaca, dengan demikian akan mengarah pada deskripsi metode yang digunakan dalam penelitian secara tersusun. Bagian metodologi biasanya merupakan bagian terpanjang kedua dalam abstrak. Ini harus berisi informasi yang cukup untuk memungkinkan pembaca memahami apa yang telah dilakukan, dan pertanyaan penting yang harus diberikan jawaban singkat pada bagian metode penelitian, termasuk pengumpulan data, dana analisis data. Bagian temuan adalah bagian terpenting dari abstrak dan tidak harus mengetepikan jangkauan dan kualitasnya. Oleh karena itu, bagian hasil temuan harus menjadi bagian terpanjang dari abstrak dan harus berisi detail sebanyak mungkin tentang temuan-temuan yang peroleh agar dapat dilanjutkan pada tahap penyerahan jurnal. Batasan-batasan tersebut biasanya menjelaskan tentang batasan-batasan penelitian yang disadari dan dapat diperbaiki di masa mendatang. Kesimpulan dan implikasi penelitian.