Muhip Abdul Majid
Program Studi Teknologi Informasi, Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Menyemarakkan Malam Takbiran Idul Fitri di Era Digital Nukman Nukman; Muhip Abdul Majid; Muhammad Khulaimi; Muliani Muliani
Insanta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): INSANTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPP ARROSYIDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61924/insanta.v4i3.244

Abstract

Perayaan malam takbiran Idul Fitri merupakan tradisi keagamaan yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan budaya yang tinggi dalam masyarakat Muslim. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi di era digital, pola pelaksanaan malam takbiran mengalami transformasi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi informasi dalam menyemarakkan malam takbiran serta dampaknya terhadap partisipasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan dokumentasi terhadap berbagai platform digital seperti media sosial, aplikasi pesan instan, dan layanan streaming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi berperan penting dalam memperluas jangkauan syiar takbiran melalui siaran langsung (live streaming), konten digital, serta koordinasi kegiatan berbasis daring. Selain itu, penggunaan teknologi juga meningkatkan partisipasi generasi muda dan memfasilitasi keterlibatan masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung. Namun demikian, terdapat tantangan seperti potensi berkurangnya interaksi sosial secara langsung serta risiko penyebaran informasi yang tidak valid. Pemanfaatan teknologi informasi mampu menjadi sarana efektif dalam menyemarakkan malam takbiran Idul Fitri di era digital, dengan tetap memerlukan pengelolaan yang bijak agar nilai-nilai religius dan kebersamaan tetap terjaga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kegiatan keagamaan berbasis teknologi di masa mendatang.