Tia Rachmaniar Tia
Institut Citra Internasional

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) PADA IBU BERSALIN DI RUANG KEBIDANAN RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG TAHUN 2025 Tia Rachmaniar Tia
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i02.651

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang cukup serius dalam bidang obstetri karena berhubungan dengan meningkatnya risiko kesakitan dan kematian, baik pada ibu maupun bayi yang dilahirkan. Penyebab pasti dari KPD belum diketahui secara jelas, namun terdapat sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risikonya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh pasien dengan kasus ketuban pecah dini pada tahun 2024 sebanyak 170 orang. Sampel penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kasus sebanyak 68 orang dan kelompok kontrol sebanyak 68 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia ibu (?-value = 0,000), paritas (?-value = 0,000), usia kehamilan (?-value = 0,000), dan malpresentasi (?-value = 0,000) dengan kejadian ketuban pecah dini. Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara usia ibu, paritas, usia kehamilan, dan malpresentasi dengan kejadian ketuban pecah dini di Ruang Kebidanan RS. Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2025.