Masa remaja merupakan periode transisi penting dari anak-anak menuju dewasa dimana salah satu perubahan penting pada remaja putri adalah terjadinya menstruasi (haid). Namun, tidak sedikit remaja yang mengalami keluhan saat menstruasi, seperti dismenorea atau nyeri haid, yang dapat mengganggu aktivitas belajar, konsentrasi, bahkan kualitas hidup sehari-hari. Menurut WHO (2020), 90% wanita mengalami dismenorea, 10-16% diantaranya menderita dismenorea parah. Menurut BRIN (2024), angka kejadian dismenorea pada wanita usia produktif berkisar antara 45%-95% dengan prevalensi 60%-75% pada remaja. Berdasarkan pra survey di SMAN 1 Sukadana Lampung Timur dari 10 siswi, hanya 4 siswi yang mengetahui cara penanganan dismenorea. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada siswi kelas X di SMAN 1 Sukadana mengenai menstruasi, dismenorea dan penanganannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan telah dilaksanankan hari kamis tanggal 12 Juni 2025 di SMAN 1 Sukadana Lampung Timur dengan dihadiri 40 siswi. Hasil yang didapat adalah meningkatnya pengetahuan remaja putri mengenai menstruasi, dismenorea dan penanganannya sebesar 12,5% dimana sebelum diberikan edukasi terbanyak pada tingkat pengetahuan kurang dengan jumlah jawaban benar < 50% sebanyak 26 remaja (65%). Setelah diberikan edukasi meningkat terbanyak pada tingkat pengetahuan baik dengan jumlah jawaban bernar >50% sebanyak 31 remaja (77,5%). Diharapkan dengan kegiatan ini para remaja putri khususnya siswi kelas X SMAN 1 Lampung timur dapat meningkat pengetahuannya mengenai dismenorea dan dapat memberdayakan diri dalam menangani dismenorea sehingga tidak mengganggu aktifitas termasuk proses belajar di sekolah.