Nurfadilah
Akademi Farmasi Persada, Sukabumi, Jawa Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS BIJI SIRSAK (ANNONA MURICATA L) SEBAGAI LARVASIDA PADA LARVA CULEX Nurfadilah; Neneng Nasjiah Namadula
JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN Vol 1 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, FARMASI, MANAJEMEN
Publisher : Akademi Farmasi Persada Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya penurunan cakupan Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) pada tahun 2015 di bandingkan tahun 2014. Pada tahun 2015, cakupan Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) sebesar 69,52%, turun dari tahun 2014 (73,91%). Penurunan ini disebabkan karena jumlah penduduk di kabupaten/kota endemis meningkat selain jumlah kabupaten/kota endemisnya meningkat dibandingkan dengan tahun 2014. Jika dibandingkan, angka absolut penduduk yang minum obat tahun 2015 meningkat hampir dua kali lipat dari tahun 2014. Kondisi ini dimungkinkan karena pada tahun 2015 dicanangkan kampanye bulan eliminasi kaki gajah pada bulan oktober oleh presiden RI sehingga sebagai besar kabupaten/kota endemis secara serentak melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) filariasis (Depkes, RI 2015). Penelitian ini adalah untuk mengetahui Uji Efektifitas Biji Sirsak (Annona Muricata L) sebagai larvasida pada larva Culex. Terhadap kematian kematian larva Culex di Subang Jaya Kecamatan Cikole Kota Sukabumi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sesungguhnya (True Experiment), penelitian tergolong verifikatif yaitu menguji kebenaran hasil penelitian eksperimen sebelumnya. Teknik pengambilan sample yaitu total sampling 200 ekor larva Culex.Berdasarkan hasil penelitian efektifitas larutan biji sirsak (Annona Murica L) kontak dengan larva Culex selama 1 jam dengan larutan biji sirsak (Annona Muricata L) 25ml jumlah kematian larva Culex 13 ekor, 30ml jumlah kematian larva Culex 15 ekor, 35ml jumlah kematian larva Culex 21 ekor, dan 40ml jumlah kematian larva Culex 26 ekor. Hasil dari Uji ANOVA nilai signifikan yaitu 0,000 dimana signifikan < 0,05 maka hipotesa penelitian di tolak. Adanya pengaruh yang signifikan konsentrasi larutan Biji Sirsak (Annona Muricata L) terhadap kematin larva Culex
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK PADA PASIEN NYERI NEUROPATI DI APOTEK SURYAKENCANA KOTA SUKABUMI Nurfadilah; Sayida
JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN Vol 4 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN
Publisher : Akademi Farmasi Persada Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri neuropati adalah nyeri yang disebabkan oleh adanya lesi atau disfungsi primer pada sistem saraf, yang menjadi masalah umum dalam praktik klinis. Manejemen nyeri neuropati masih merupakan tantangan, hanya sekitar 50% pasien yang diobati berkurang rasa nyerinya, itupun tidak hilang sepenuhnya dan seringkali efek samping obat tidak dapat ditoleransi, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola terapi dan evaluasi penggunaan obat analgesik pada pasien nyeri neuropati. Rancangan penelitian ini menggunakan metode cross sectional yang bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif menggunakan data berupa rekam medik. Penelitian dilakukan di Apotek Suryakencana Kota Sukabumi. Subjek penelitian ini yaitu seluruh pasien yang terdiagnosis nyeri neuropati. Evaluasi dianalisis berdasarkan pedoman penggunaan obat rasional meliputi ketepatan pemilihan obat, dosis dan interval waktu pemberian, serta tata laksana nyeri neuropati. Hasil penelitian diperoleh 89 pasien dengan nyeri neuropati didominasi oleh usia ≥ 60 tahun ke atas (52%), mayoritas berjenis kelamin perempuan (55%) dan tidak memiliki penyakit penyerta. Pola penggunaan obat analgetik 100% berupa terapi kombinasi. Jenis obat analgetik yang diberikan adalah parasetamol (33,46%) dan Gabapentin (29,97%). Rata-rata lama terapi yang diberikan oleh dokter adalah < 5 Hari (86,5%). Hasil evaluasi penggunaan obat berdasarkan tepat obat (100%), tepat dosis (100%), dan tepat interval waktu pemberian (100%).