Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Krim Ekstrak Buah Delima (Punica granatum L.) terhadap Kadar Interleukin-6: Studi Eksperimen pada Tikus Wistar yang Dipapar UVB Hayuning Mentari Justicia; Chodidjah
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.827

Abstract

Ultraviolet B (UVB) adalah sinar UV dengan panjang gelombang 280-320 nm yang dapat mencapai permukaan bumi. Paparan UVB menginisiasi peningkatan stres oksidatif sehingga berisiko pada melasma penyebab hiperpigmentasi kulit, yang terjadi akibat peningkatan produksi Interleukin-6 (IL-6) di keratinosit. Melasma dapat dicegah dengan pengaplikasian krim antioksidan yang berasal dari ekstrak buah delima (Punica granatum L.). Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pemberian krim ekstrak buah delima (Punica granatum L.) terhadap kadar IL-6 pada tikus jantan galur wistar yang dipapar UVB. Penelitian eksperimen dengan desain posttest only control group design. Subjek penelitian 25 tikus jantan galur wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok (K1: Tikus sehat; K2, K3, K4, dan K5 dipapar UVB tiga kali selama seminggu). K2: Hanya dipapar UVB, K3: diaplikasikan krim retinoid, K4 dan K5 diaplikasikan krim ekstrak buah delima 10% dan 20%. Pengaplikasian krim dilakukan 20 menit sebelum dan 4 jam setelah paparan UVB. Kadar IL-6 diperiksa menggunakan metode ELISA pada panjang gelombang 450 nm, kemudian dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dilanjutkan dengan post hoc Tamhane. Hasil rerata kadar IL-6 di K1, K2, K3, K4, dan K5 adalah 80,4±2,89; 152,0±2,35; 94,3±0,76; 98,0±1,43 dan 85,5±2,05 pg/mL. Uji One Way Anova didapatkan perbedaan signifikan antar kelima kelompok dengan nilai p<0,001. Hasil Uji Post Hoc Tamhane juga didapatkan perbedaan signifikan antar dua kelompok (p<0,05), kecuali antara K1 dengan K5 dengan nilai p=0,136. Pemberian krim esktrak buah delima berpengaruh pada kadar IL-6 pada tikus jantan galur wistar yang diinduksi UVB. Krim ekstrak buah delima konsentrasi 20% paling efektif dalam menurunkan produksi kadar IL-6.
Pengaruh Pemberian Krim Ekstrak Buah Delima (Punica granatum L.) terhadap Kadar Interleukin-10: Studi Eksperimen pada Tikus Wistar yang Dipapar UVB Aulia Putri Maharani; Chodidjah
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1095

Abstract

Paparan sinar ultraviolet B (UV-B) diketahui dapat memicu photoaging serta meningkatkan risiko gangguan kulit melalui peningkatan reactive oxygen species yang menimbulkan stres oksidatif dan respons inflamasi. Interleukin-10 (IL-10) merupakan sitokin antiinflamasi yang berperan penting dalam regulasi respons imun dan perlindungan jaringan terhadap kerusakan akibat inflamasi. Pemanfaatan antioksidan alami, salah satunya buah delima (Punica granatum L.), berpotensi menjadi strategi protektif terhadap dampak paparan UV-B. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian krim ekstrak buah delima terhadap kadar IL-10 pada tikus Wistar yang dipapar UV-B. Penelitian eksperimental sejati dengan desain post-test only control group menggunakan 25 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol sehat, kontrol UV-B, kelompok retinoid, serta kelompok krim ekstrak buah delima konsentrasi 10% dan 20%. Paparan UV-B diberikan tiga kali per minggu dengan total dosis 840 mJ/m² selama satu minggu. Kadar IL-10 diukur menggunakan metode ELISA dan dianalisis dengan uji one way ANOVA dilanjutkan post hoc Tukey. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna kadar IL-10 antar kelompok (p<0,001). Kelompok UV-B tanpa terapi memiliki kadar IL-10 terendah, sedangkan pemberian krim ekstrak buah delima terutama konsentrasi 20% meningkatkan kadar IL-10 mendekati kondisi normal. Temuan ini menunjukkan bahwa krim ekstrak buah delima berpotensi sebagai agen antiinflamasi topikal untuk melindungi kulit dari efek inflamasi akibat paparan UV-B.