Keluarga pasien yang dirawat di Intensive Care Unit sering mengalami kecemasan, terutama ketika pasien menggunakan ventilasi mekanik. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan keluarga mengenai tujuan, fungsi, dan cara kerja ventilator. Edukasi dipandang sebagai intervensi keperawatan mandiri yang berpotensi meningkatkan pemahaman sekaligus menurunkan beban emosional keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan keluarga pasien dalam pemasangan ventilasi mekanik di ICU Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental dan rancangan non equivalent control group pretest posttest design. Sampel berjumlah 34 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk edukasi perorangan menggunakan leaflet, kemudian data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan setelah edukasi, ditandai dengan bertambahnya responden pada kategori pengetahuan baik dari 41,2% menjadi 91,2%. Pada saat yang sama, kecemasan berat menurun dari 26,5% menjadi 2,9%. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna pada tingkat pengetahuan dengan nilai p < 0,001 dan pada tingkat kecemasan dengan nilai p < 0,001. Dengan demikian, edukasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan penurunan kecemasan keluarga pasien. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi terstruktur dalam pelayanan keperawatan kritis.