Ahmad Nabil Amir
Former associate research fellow, International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC-IIUM) Kuala Lumpur, Malaysia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hamka and the School of Modernists in Minangkabau Ahmad Nabil Amir; Tasnim Abdul Rahman
Sunan Kalijaga: International Journal of Islamic Civilization Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/g259q060

Abstract

The study aims to provide a concise historical background of Islamic reform movement in West Sumatera with particular reference to the idea of Haji Abdul Malik Karim Amrullahor better known for his pseudonym Hamka (1908-1981). The main issues explored is the  socio-religious reform advocated by Hamka in the quest of modernity, including his enriching narrative of renewal and spiritually enlightening  vision. To this end, this research aims to highlight his key works and reformist aspiration , examines  the influence they generated to further his cause, and asseses his enduring legacy and monumental contribution to the history and tradition of reform in the Malay world. This study uses normative and qualitative approach through content analysis. The data was conceptually analysed using descriptive, comparative and integrative method. The study found that Hamka’s modern idealism was instrumental in driving new consciousness of Islamic movement for reform (islah) and renewal (tajdid) in the Malay world contributing to unprecedented religious struggle that erupted in the late 20th century in Malay Archipelago. It reflected the force of modern ideas espoused by the leading Egyptian-mufti and polymath Shaykh Muhammad Abduh (1849-1905) that had brought decisive and greatest influence in the region. This study shows how Hamka’s work present higher Islamic ideals and principles. It also highlights the dynamic aspirations of Kaum Muda (the young faction) in their socio-religious development.
Early Ideas of Reform in Hamka’s Ayahku: A Historical and Religious Struggle of Muhammadiyah in Minangkabau Ahmad Nabil Amir; Tasnim Abdul Rahman
Madani: Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 16 No. 2 (2024): MADANI : Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bermaksud mengkaji latar belakang sejarah pertumbuhan gerakan pembaharuan Islam yang muncul di Minangkabau yang dipelopori oleh Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah atau nama singkatannya Hamka (1908-1981). Isu utama yang dibincangkan ialah konteks pembaharuan sosio-agama yang dicetuskannya dalam arus kemodenan, dan naratif yang terkait tentang pemurnian agama, perjuangan moden dan kesedaran spiritual. Pandangan agamanya memberi pengaruh yang mendalam dalam membangkitkan kesedaran dan perjuangan agama kaum Muda yang tercetus pada permulaan abad ke 20 di kepulauan Melayu-Indonesia. Ia terkesan dengan gagasan-gagasan moden yang dikembangkan dari ajaran Shaykh Muhammad Abduh (1849-1905) yang memberi pengaruh yang fenomenal dan menentukan di gugusan Melayu tersebut. Gerakan pembaharuan ini dipelopori oleh golongan modernis (Kaum Muda) yang menyebarkan idea-idea pembaharuan yang progresif dan dinamik menerusi berkala dan akhbar yang diterbitkan mereka seperti Al-Imam, Al-Munir dan Saudara. Antara perintis yang terawal dalam perjuangan Kaum Muda adalah bapanya sendiri Haji Rasul dan Kiyai Haji Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Perjuangan ini diwarisi oleh Hamka yang menjadi tonggak dan kekuatan penting dalam pergerakan Muhammadiyah dan penganjur utama idea-idea reformis yang diilhamkan oleh Abduh melalui aktiviti dan penulisannya yang berpengaruh. Dapatan kajian ini merumuskan bahawa gerak perjuangannya telah membawa kesan yang meluas dalam kesedaran moden yang dicetuskan oleh gerakan tajdid dan islah yang tersusun dalam pergerakan Muhammadiyah yang dipimpinnya. Justeru artikel ini ingin menzahirkan legasi dan sumbangannya yang bermakna dalam sejarah dan tradisi pembaharuan dan pemodenan Islam di dunia Melayu.