Khonita Rahma Diani
Universitas Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Dosis Asam Humat pada Media Cocopeat terhadap Pertumbuhan Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) cv. Ori 202 Evan Vria Andesmora; Riko Aprianto; Ani Sulistiyani; Arin Ulfiana Mubarokah; Steffanie Nurliana; Eben Ezer Simanungkalit; Khonita Rahma Diani
EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2026): EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/edubio.v9i2.222

Abstract

Cocopeat banyak digunakan sebagai media tanam organik dalam budidaya hortikultura karena memiliki kapasitas menahan air yang tinggi dan aerasi yang baik; namun demikian, ketersediaan haranya yang relatif rendah sering kali membatasi pertumbuhan tanaman secara optimal. Asam humat telah dikenal sebagai biostimulan tanaman yang mampu meningkatkan ketersediaan hara serta merangsang proses fisiologis tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons dosis asam humat terhadap pertumbuhan vegetatif cabai rawit (Capsicum frutescens L.) kultivar Ori 202 yang dibudidayakan pada media cocopeat. Percobaan dilakukan menggunakan empat konsentrasi asam humat, yaitu 0, 2,5, 5,0, dan 7,5 mL L⁻¹. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, biomassa segar, dan biomassa kering, yang diukur pada fase awal pertumbuhan vegetatif. Hasil penelitian menunjukkan waktu pengamatan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang, mengindikasikan adanya dinamika pertumbuhan vegetatif yang aktif pada fase pertumbuhan awal. Aplikasi asam humat berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan, khususnya akumulasi biomassa. Performa pertumbuhan vegetatif tertinggi diperoleh pada perlakuan asam humat 7,5 mL L⁻¹, yang menghasilkan tinggi tanaman tertinggi serta biomassa segar dan kering terbesar. Sebaliknya, perlakuan 5,0 mL L⁻¹ menunjukkan pertumbuhan yang relatif lebih rendah, yang mengindikasikan pola respons dosis yang tidak linier. Efek peningkatan pertumbuhan akibat aplikasi asam humat diduga berkaitan dengan stimulasi perkembangan akar, peningkatan efisiensi penyerapan hara, serta peningkatan produksi biomassa. Temuan ini menunjukkan asam humat berpotensi digunakan sebagai biostimulan yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan C. frutescens yang dibudidayakan pada media berbasis cocopeat, serta dapat menjadi strategi alternatif meningkatkan produktivitas dalam sistem hortikultura tanpa tanah.