Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Quantitative Easing Amerika Serikat terhadap Pergerakan Harga Saham Indonesia melalui Capital Inflow dan Capital Outflow Adrianda Anwar; Nila Rahayu; Zamroni Alpian Muhtarom; Adika Paranata
ProBisnis : Jurnal Manajemen Vol. 16 No. 06 (2025): December: Management Science
Publisher : Lembaga Riset, Publikasi dan Konsultasi JONHARIONO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan Quantitative Easing (QE) Amerika Serikat terhadap pergerakan harga saham Indonesia, dengan menempatkan Capital Inflow dan Capital Outflow (CICO) sebagai variabel mediasi yang merepresentasikan dinamika arus modal asing. Menggunakan data runtun waktu bulanan 32 observasi dari Januari 2023 sampai Agustus 2025, penelitian ini mengaplikasikan metode regresi linier berganda dan Sobel Test untuk menilai jalur transmisinya. Hasil utama menunjukkan bahwa QE Amerika Serikat memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap harga saham Indonesia, mengindikasikan bahwa ekspansi likuiditas global tidak selalu direspons positif oleh pasar domestik, terutama ketika dipersepsikan sebagai sinyal meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Sementara itu, CICO terbukti memiliki pengaruh positif signifikan terhadap harga saham, menegaskan peran dominan arus modal asing sebagai pendorong utama aktivitas pasar modal Indonesia. Selain itu, CICO terbukti memediasi sebagian hubungan antara QE dan pergerakan harga saham, meskipun pengaruh langsung QE terhadap pasar masih lebih kuat dibandingkan efek tidak langsungnya melalui arus modal. Temuan ini menunjukkan bahwa transmisi QE Amerika Serikat terhadap pasar saham Indonesia berlangsung melalui mekanisme yang kompleks, melibatkan saluran likuiditas global dan perubahan sentimen risiko investor. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi literatur spillover kebijakan moneter global serta implikasi strategis bagi regulator dan pelaku pasar dalam mengantisipasi volatilitas pasar modal Indonesia di tengah dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat.