ABSTRAK Masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian saat ini khususnya pada remaja putri dan wanita usia subur adalah anemia. Anemia merupakan masalah kesehatan yang dapat menimbulkan dampak melemahnya imunitas dan kerentanan infeksi. Kejadian anemia seringkali terjadi dan tidak dirasakan. Hasil survey yang dilaksanakan mahasiswa di RT 01 RW 04 Dusun Cinenggang Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang mendapatkan data bahwa 63,3% responden diantaranya mengaku tidak merasakan keluhan kesehatan apapun. Pemeriksaan kadar hemoglobin belum merata, 43,3% responden pernah memeriksakan Hb dan 56,6% belum pernah. Sebanyak 20% responden mengalami sering lemas, 43,3% mengalami pusing, 20% mudah lelah, dan 30% mudah mengantuk. Konsumsi tablet tambah darah sangat rendah, hanya 10% yang mengkonsumsi secara rutin. Analisa tim pengabdian, hal ini diakibatkan karena rendahnya pengetahuan remaja putri dan wanita usia subur tentang faktor resiko anemia. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat melakukan penyuluhan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri dan wanita usia subur tentang faktor risiko anemia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri dan wanita usia subur tentang faktor risiko anemia sebesar 18 poin dan peningkatan responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 37,5%. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri sehingga para remaja putri dan wanita usia subur dapat hidup sehat sesuai siklus kehidupannya. Kata Kunci: Faktor Risiko Anemia, Remaja Putri, Wanita Usia Subur. ABSTRACT Anemia is a public health issue that remains a concern, particularly among adolescent girls and women of childbearing age. Anemia is a health problem that can weaken immunity and increase susceptibility to infection. Anemia often goes unnoticed. A survey conducted by students in RT 01 RW 04, Cinenggang Hamlet, Cileles Village, Jatinangor District, Sumedang Regency, found that 63.3% of respondents reported not experiencing any health problems. Hemoglobin level testing is not widespread; 43.3% of respondents have had their Hb checked, while 56.6% have not. Twenty percent of respondents experience frequent weakness, 43.3% experience dizziness, 20% tire easily, and 30% experience drowsiness. Consumption of iron supplements is very low, with only 10% taking them regularly. The community service team's analysis indicates that this is due to the low knowledge of adolescent girls and women of childbearing age about the risk factors for anemia. Based on these issues, the community service team conducted health education. This activity aims to increase the knowledge of adolescent girls and women of childbearing age about the risk factors for anemia. Results showed an 18-point increase in knowledge of adolescent girls and women of childbearing age about anemia risk factors, and a 37.5% increase in respondents with good knowledge. It is hoped that the activities implemented will be sustainable independently so that adolescent girls and women of childbearing age can live healthy lives according to their life cycle. Keywords: Anemia Risk Factors, Adolescent Girls, Women Of Childbearing Age.