Nurul Renaningtias
Universitas Bengkulu, Bengkulu, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strengthening communities of practice through the Bintang innovation program: Literacy and numeracy tutoring based on culturally responsive digital literacy media and platforms Atika Susanti; Nurul Renaningtias; Ike Kurniawati
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2025): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v21i2.14077

Abstract

[Bahasa]: Penguatan literasi dan numerasi di sekolah dasar membutuhkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan responsif terhadap budaya lokal, mengingat banyak guru masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi digital secara efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan komunitas praktisi dalam Program Inovasi BINTANG (Bimbingan Belajar Literasi dan Numerasi) bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan media dan platform digital berbasis budaya lokal. Metode yang digunakan adalah pendampingan intensif melalui pendekatan observasional dan modeling, dikembangkan dalam empat fase utama: fase perhatian (attentional phase), fase retensi (retention phase), fase reproduksi (reproduction phase), dan fase motivasi (motivation phase). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator materi pelatihan, terutama pada aspek keterlibatan fitur digital dan integrasi budaya lokal dalam pembelajaran, serta antusiasme tinggi selama diskusi dan praktik penggunaan platform. Kegiatan ini juga membentuk komunitas praktisi yang aktif dan kolaboratif sebagai wadah berkelanjutan untuk berbagi praktik baik. Model pendampingan ini dapat direplikasi di sekolah lain, dengan rekomendasi agar media dan platform digital yang telah dipelajari diterapkan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran literasi dan numerasi berbasis budaya. Kata Kunci: literasi, numerasi, platform digital, budaya lokal, komunitas praktisi [English]: Strengthening literacy and numeracy in primary schools requires a contextual and culturally responsive learning approach, as many teachers still face challenges in effectively integrating digital technology. This community service activity, conducted through training and mentoring of a practitioner community in the BINTANG Innovation Program (Guidance for Literacy and Numeracy Learning), aims to enhance teachers’ competencies in utilizing media and digital platforms grounded in local culture. The method applied is intensive mentoring using observational and modeling approaches, developed in four main phases: attentional phase, retention phase, reproduction phase, and motivation phase. Evaluation results show an improvement in participants’ understanding across all training material indicators, particularly regarding digital feature engagement and integration of local culture into learning, accompanied by high enthusiasm during discussions and practical platform use. This activity also established an active and collaborative practitioner community as a sustainable forum for sharing best practices. The mentoring model can be replicated in other schools, with the recommendation that the learned media and digital platforms be applied continuously in literacy and numeracy learning grounded in local culture. Keywords: literacy, numeracy, digital platform, local culture, community of practitioners