Eka Rusliana
Universitas Borneo Lestari, Kalimantan Selatan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Innovations in the processing of local food-based supplementary feeding programs (PMT) at the posyandu in Astambul sub-district Banjar Regency Sari Wahyunita; Eka Rusliana; Aulia Ramadhani
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2025): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v21i2.14388

Abstract

[Bahasa]: Posyandu memiliki peran penting dalam pemantauan tumbuh kembang balita dan pencegahan stunting, namun partisipasi masyarakat di Kecamatan Astambul masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya inovasi dalam pemberian makanan tambahan (PMT). Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan aktivitas posyandu melalui pemanfaatan pangan lokal, yaitu daun kelor (Moringa oleifera) dan ikan patin (Pangasius sp.). Metode pelaksanaan yaitu penyuluhan kesehatan, pelatihan pengolahan PMT lokal, serta uji organoleptik dengan melibatkan 55 ibu balita. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan ibu setelah intervensi. Nilai rata-rata pretest 59,25 ± 12,75 meningkat menjadi 85,41 ± 8,36 (p = 0,000; Cohen’s d = 2,45). Penyuluhan tentang PMT berbasis pangan lokal juga meningkatkan nilai rata-rata dari 61,80 ± 11,32 menjadi 87,25 ± 7,94 (p = 0,000; Cohen’s d = 2,33). Uji organoleptik menunjukkan penerimaan tinggi terhadap nugget ikan patin daun kelor dan bubur nasi daun kelor, terutama pada aspek rasa dan warna. Temuan ini membuktikan bahwa inovasi PMT berbasis pangan lokal dapat diterima masyarakat dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di posyandu. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita, tetapi juga memperkuat layanan posyandu dalam mendukung perbaikan gizi dan pencegahan stunting. Kata Kunci: Posyandu, edukasi gizi, pangan lokal, Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) [English]: Posyandu plays a crucial role in monitoring child growth and development and in preventing stunting; however, community participation in Astambul Subdistrict remains low. One contributing factor is the limited innovation in supplementary feeding programs (PMT). This community service program aimed to enhance Posyandu activities by utilizing local food resources, specifically moringa leaves (Moringa oleifera) and catfish (Pangasius sp.). The program was implemented through health education, training on local food–based PMT processing, and organoleptic testing involving 55 mothers of toddlers. Evaluation was conducted using a pretest–posttest design. The results showed a significant increase in maternal knowledge following the intervention, with mean pretest scores of 59.25 ± 12.75 increasing to 85.41 ± 8.36 (p = 0.000; Cohen’s d = 2.45). Education on local food–based PMT also significantly improved knowledge scores from 61.80 ± 11.32 to 87.25 ± 7.94 (p = 0.000; Cohen’s d = 2.33). Organoleptic evaluation indicated high acceptance of moringa–catfish nuggets and moringa rice porridge, particularly in terms of taste and color. These findings demonstrate that local food–based PMT innovations are well accepted by the community and have strong potential for sustainable implementation in Posyandu. The program not only improved maternal knowledge and skills but also strengthened Posyandu services in supporting nutritional improvement and stunting prevention. Keywords: Posyandu, nutrition education, local food, supplementary feeding programs (PMT)