Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Desain Pembangkit Listrik Tenaga Angin Kompak Untuk Pengisian Daya Perangkat Elektronik Agung Setiawan; Rahman Arifuddin; Aries Boedi Setiawan
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v5i1.803

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan kritis dalam aktivitas luar ruangan, mendukung fungsi komunikasi darurat, penerangan, dokumentasi visual, navigasi GPS, dan operasional perangkat medis portabel. Keterbatasan akses sumber listrik konvensional di kawasan terpencil seperti pegunungan dan hutan belantara menciptakan risiko keselamatan yang signifikan, terutama dalam kondisi darurat. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem pembangkit listrik tenaga angin portabel berbasis energi terbarukan untuk aplikasi luar ruangan. Metode penelitian meliputi kajian literatur sistematis, perancangan perangkat keras dan perangkat lunak terintegrasi, fabrikasi prototipe mekanik dengan pendekatan modular, serta pengujian lapangan dalam kondisi operasional nyata. Sistem ini mengintegrasikan generator angin DC mini berdaya nominal 5W dengan konverter buck-boost otomatis untuk stabilisasi tegangan keluaran. Monitoring parameter listrik dilakukan menggunakan sensor INA3221 dengan akurasi tinggi, diproses oleh mikrokontroler ESP32, dan disimpan secara lokal melalui kartu microSD dalam format CSV untuk analisis retrospektif. Energi yang dihasilkan disimpan dalam baterai aki 6V 7Ah dan dapat didistribusikan untuk pengisian perangkat elektronik melalui port USB standar 5V. Hasil pengujian lapangan menunjukkan sistem mampu menghasilkan tegangan keluaran stabil sebesar 6,5V dengan arus 12,66 mA pada kecepatan angin optimal 12,2 km/jam, menghasilkan daya keluaran maksimal 0,0829 W. Sistem menunjukkan cut-in speed pada kecepatan angin 8 km/jam dan mampu mengisi baterai aki 6V secara efektif. Temuan ini mengonfirmasi kelayakan teknis sistem pembangkit angin portabel skala mikro sebagai solusi energi alternatif untuk kegiatan luar ruangan berskala kecil.
Stochastic–dynamic Modelling of Performance Degradation in a Grid-connected Rooftop Photovoltaic System Dani Yuniawan; Vetty Kartikasari; Rahman Arifuddin; Effendi Mohamad
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 58 No. 6 (2026): Vol. 58 No. 6(2026): December (In Progress)
Publisher : Directorate for Research and Innovation, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2026.58.6.7

Abstract

This study investigates the effects of climatic variability and long-term module degradation on the technical performance of a 100-kWp grid-connected rooftop photovoltaic system installed on a university campus in a humid tropical climate. A 65-month observational dataset covering January 2020 to May 2025 was combined with 10,000 Monte Carlo iterations and a dynamic feedback model to estimate energy yield, performance ratio (PR), and performance degradation over a 25-year operating period. The simulated annual energy yield ranged from 111 to 129 MWh yr⁻¹ (P10–P90), with a median specific yield of approximately 1,200 kWh kWp⁻¹ yr⁻¹, while the PR remained within 0.75–0.80. A literature-informed two-stage degradation scenario—0.55% yr⁻¹ during Years 1–10 and 1.00% yr⁻¹ during Years 11–25—resulted in an estimated cumulative energy loss of 8.7% relative to the no-degradation baseline. Sobol sensitivity analysis identified the PR residual as the dominant contributor to annual energy-yield variance, followed by irradiance, temperature, and degradation. By preserving irradiance–temperature dependence through paired bootstrap resampling and incorporating time-dependent degradation, the proposed framework provides a more realistic representation of both short-term uncertainty and long-term performance decline. Applications to other humid tropical locations require site-specific inputs and independent validation.