Sari Famularsih
Universitas Islam Negeri Salatiga

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GERAKAN PRAMUKA SEBAGAI SARANA PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN, MANDIRI, DAN RELIGIUS SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) Muhammad Rizky Setyabudi; Qonita Nur Aeni Rahayu; Shafa Aulia; Sari Famularsih; Rosmawati Yustika Anggrain; Nurul Afdhilla Asy’syakurni
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8943

Abstract

The Scout Movement plays a strategic role as a vehicle for character education at the junior high school level, particularly in internalizing the values of discipline, independence, and religiosity. This study examines the effectiveness of scouting activities at SMP Negeri 4 Salatiga, which combine weekly routine training and camping activities as a holistic development method for students in grades VII, VIII, and IX. The main focus of the study lies in the implementation of the "Cheerful Camp" activity held from September 30 to October 2, 2025, at the Kenteng Campground, Kopeng, with the active participation of approximately 240 students. Through an experiential learning approach in the open air, students are encouraged to develop social skills and mental resilience. The findings from this activity indicate a significant increase in aspects of discipline, sense of responsibility, solid teamwork, and deepening of students' spiritual awareness. This indicates that the Scout Movement is not just an extracurricular activity, but an educational instrument that has proven effective and relevant in shaping the profile of students with strong character, independence, and a solid religious foundation in the school environment. ABSTRAK Gerakan Pramuka memegang peranan strategis sebagai wadah pendidikan karakter di tingkat Sekolah Menengah Pertama, khususnya dalam menginternalisasi nilai kedisiplinan, kemandirian, dan religiusitas. Penelitian ini mengkaji efektivitas kegiatan kepramukaan di SMP Negeri 4 Salatiga yang mengkombinasikan latihan rutin mingguan dan aktivitas perkemahan sebagai metode pembinaan holistik bagi siswa kelas VII, VIII, dan IX. Fokus utama studi terletak pada pelaksanaan kegiatan "Kemah Gembira" yang diselenggarakan pada 30 September hingga 2 Oktober 2025 di Bumi Perkemahan Kenteng, Kopeng, dengan melibatkan partisipasi aktif sekitar 240 peserta didik. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman di alam terbuka, siswa didorong untuk mengembangkan keterampilan sosial dan ketahanan mental. Temuan dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek kedisiplinan, rasa tanggung jawab, soliditas kerja sama tim, serta pendalaman kesadaran spiritual peserta didik. Hal ini mengindikasikan bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar aktivitas ekstrakurikuler, melainkan instrumen edukatif yang terbukti efektif dan relevan dalam membentuk profil pelajar yang berkarakter kuat, mandiri, serta memiliki landasan religius yang kokoh di lingkungan sekolah.    
IMPLEMENTASI PROGRAM BATINKU PADANG DALAM MENUMBUHKAN KEDISIPLINAN IBADAH SISWA DI SMP NEGERI 4 SALATIGA 2025/2026 Salma Khairunisa Azahro; Hasna Fikria Roberti; Sri Widiani; Sari Famularsih; Dwitjahjo Koesharjanto; Tri Purwanto
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8944

Abstract

The Batinku Padang Program is a worship habituation initiative implemented at SMP Negeri 4 Salatiga as a form of character strengthening, particularly in developing students’ discipline in performing religious practices. This study aims to explain the planning, implementation, and evaluation of the program in fostering students’ spiritual discipline. The method used is Participatory Action Research (PAR), which emphasizes collaboration and active participation among teachers, MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Teaching Assistance students, and school stakeholders. Data were collected through observations, interviews, and analysis of student attendance records. The findings indicate that the planning of the Batinku Padang Program was carried out systematically, beginning with the formulation of objectives, the preparation of morning and noon worship schedules, and the distribution of responsibilities among teachers, students, and daily worship officers. During the implementation stage, most students participated well, although some were still late for the morning worship activities. In the evaluation stage, improvements in discipline were evident through more orderly dhuha prayer practices, high discipline during dhuhur prayer, compliance in bringing worship equipment, and improved manners during worship. Overall, the Batinku Padang Program has demonstrated a positive impact in cultivating regular worship habits and shaping students’ spiritual discipline. This study reinforces that clearly planned and well-structured worship habituation is an effective strategy for developing religious character in schools. ABSTRAK Program Batinku Padang merupakan suatu pembiasaan ibadah yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Salatiga sebagai bentuk penguatan karakter siswa terutama dalam hal disiplin dalam beribadah. Pengabdian ini bertujuan untuk menjelaskan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian dari program tersebut dalam membangun disiplin spiritual peserta didik. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang menekankan kolaborasi dan partisipasi aktif antara guru, mahasiswa MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Asistensi Mengjar, dan pihak sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen kehadiran siswa. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa perencanaan Program Batinku Padang dilakukan secara terstruktur, dimulai dengan penetapan tujuan, penyusunan jadwal ibadah pagi dan siang, serta pembagian tugas antara guru, siswa, dan petugas ibadah harian. Pada tahap pelaksanaan, mayoritas peserta didik berpartisipasi dengan baik, meskipun ada beberapa yang terlambat dalam ibadah pagi. Di tahap evaluasi, terlihat adanya peningkatan disiplin yang ditunjukkan dengan lebih teraturnya pelaksanaan sholat dhuha, tinggiya disiplin dalam sholat dzuhur, kepatuhan dalam membawa perlengkapan ibadah, dan peningkatan adab saat beribadah. Secara keseluruhan, Program Batinku Padang terbukti memberikan dampak positif dalam menanamkan kebiasaan ibadah yang teratur serta membentuk karakter disiplin spiritual siswa. Pengabdian ini menegaskan bahwa pembiasaan ibadah yang direncanakan dengan jelas dan teratur merupakan strategi yang efektif dalam pengembangan karakter religius di sekolah.
PERAN MAHASISWA MBKM ASISTENSI MENGAJAR UIN SALATIGA DALAM MENUMBUHKAN SEMANGAT KEISLAMAN MELALUI KHUTBAH JUM’AT Salsabila Sumardi; Muhammad Nurul Mubarok; Muhamamd Nurul Huda; Sari Famularsih; Setyo Suharmoko; Eka Rofiqoh
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8945

Abstract

This study aims to describe the role of students in the teaching assistance program in fostering Islamic spirit through Friday sermon activities at SMP Negeri 4 Salatiga. Using a qualitative descriptive approach, research data were collected through direct observation and documentation of sermon activities. The results show that students play a crucial role as planners of religious activities, sermon deliverers, and spiritual guides for students. Their participation contributes to increased religious awareness, discipline, and motivation of students in practicing Islamic teachings. In addition, the implementation of Friday sermons also strengthens the school's religious culture and helps shape Islamic character in students. For students, this activity serves as a platform for learning da'wah (Islamic preaching) and developing pedagogical skills. Overall, the teaching assistance program through Friday sermons has proven effective in bridging religious theory with practice in the school environment. ABSTRAK Pengabdian ini bertujuan untuk menggambarkan peran mahasiswa dalam program asistensi mengajar dalam menumbuhkan semangat keislaman melalui kegiatan khutbah Jum’at Jum’at di SMP Negeri 4 Salatiga. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data pengabdian dikumpulkan melalui observasi langsung dan dokumentasi kegiatan khutbah Jum’at. Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai perancang kegiatan keagamaan, penyampai khutbah Jum’at, sekaligus pembimbing rohani bagi siswa. Partisipasi mereka berkontribusi pada meningkatnya kesadaran beragama, kedisiplinan, serta motivasi peserta didik dalam mengamalkan ajaran islam. Selain itu, pelaksanaan khutbah Jum’at Jum’at juga memperkuat budaya religius sekolah dan membantu membentuk karakter Islami pada diri siswa. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran dakwah sekaligus pengembangan kemampuan pedagogis. Secara keseluruhan, program asistensi mengajar melalui khutbah Jum’at Jum’at terbukti efektif dalam menjembatani antara teori keagamaan dengan praktiknya di lingkungan sekolah.  
PEMBINAAN EKSTRAKURIKULER MAPSI DAN OSN SEBAGAI WADAH PENGEMBANGAN POTENSI, PRESTASI, DAN KARAKTER RELIGIUS SISWA Elka Melviyana; Aulia Mardiyah; Muhammad Luthfinda; Sari Famularsih; Umi Hanik; Agus Prihananto
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8946

Abstract

This community service activity aims to strengthen the implementation of extracurricular coaching in Islamic Subject and Arts (MAPSI) and the National Science Olympiad (OSN) as platforms for developing students’ potential, achievements, and religious character at SMP Negeri 4 Salatiga. The program was carried out collaboratively between supervising teachers and MBKM Teaching Assistance students from UIN Salatiga using a participatory and school-based approach. The activities included stages of coordination, coaching, mentoring, and evaluation conducted regularly every week. MAPSI coaching focused on developing students’ talents in Cerdas Cermat Islami (CCI), Tartil, Tilawah, Tahfidz, and Rebana, while OSN coaching emphasized analytical and problem-solving skills in mathematics and science through intensive practice. The results showed a significant improvement in students’ discipline, confidence, and enthusiasm for learning. Participation levels reached 95%, and several students achieved awards in city-level competitions. The collaboration between the university and the school successfully fostered an integrated model of religious character education and academic achievement development. ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan pembinaan ekstrakurikuler Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) serta Olimpiade Sains Nasional (OSN) sebagai wadah pengembangan potensi, prestasi, dan karakter religius siswa di SMP Negeri 4 Salatiga. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif antara guru pembina dan mahasiswa MBKM Asistensi Mengajar UIN Salatiga melalui pendekatan partisipatif berbasis sekolah. Kegiatan meliputi tahap koordinasi, pembinaan, pendampingan, serta evaluasi yang dilakukan secara rutin setiap minggu. Pembinaan MAPSI berfokus pada pengembangan bakat siswa dalam bidang Cerdas Cermat Islami (CCI), Tartil, Tilawah, Tahfidz, dan Rebana, sedangkan pembinaan OSN menekankan kemampuan analisis dan pemecahan masalah siswa melalui latihan intensif di bidang Matematika dan IPA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kedisiplinan, kepercayaan diri, dan semangat belajar siswa. Tingkat partisipasi mencapai 95%, serta beberapa siswa berhasil meraih prestasi di ajang lomba tingkat kota. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah ini berhasil menciptakan model pembinaan terpadu yang mampu mengembangkan prestasi akademik sekaligus karakter religius peserta didik.