Meisumarni Tafonao
Program Studi Sumber Daya Akuatik, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Nias

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOSIALISASI PENGENALAN KARANTINA HEWAN IKAN DAN TUMBUHAN SEBAGAI UPAYA DALAM MENDUKUNG KEAMANAN HAYATI DI KOTA GUNUNGSITOLI Jesika Idam Kasih Zebua; Ayu Damai Kristiani Zebua; Emmanuel Orudugo Waruwu; Kalvin Berkat Waruwu; Meisumarni Tafonao; Wendi Julisman Zendrato; Lestari Zebua; Destriman Laoli
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13735

Abstract

ABSTRACT The increasing movement of animals, fish, plants, and their derivative products poses a significant risk of spreading animal diseases, fish diseases, and plant pests, thereby threatening biosecurity. However, public understanding of the functions and roles of animal, fish, and plant quarantine in preventing these risks remains relatively limited. This community service program aimed to enhance public knowledge and awareness of the importance of quarantine implementation as a strategic measure to support biosecurity. The activity was conducted at the North Sumatra Animal, Fish, and Plant Quarantine Office, Gunungsitoli Service Post, involving 26 participants. The methods employed included educational outreach, lectures, interactive discussions, and question-and-answer sessions. The program was evaluated through observations of participants' engagement and responses throughout the activities. The results indicated that participants actively engaged in all sessions and demonstrated improved understanding of biosecurity concepts, the roles and functions of the Indonesian Quarantine Agency, quarantine procedures, and the importance of regulating the movement of quarantine carriers to prevent the introduction, spread, and transmission of pests and diseases across regions. The outreach program made a positive contribution to increasing public awareness of compliance with quarantine regulations as part of protecting biological resources and strengthening the national biosecurity system. Therefore, continuous educational outreach is essential to broaden public understanding and enhance the effectiveness of quarantine implementation at the regional level. ABSTRAK Mobilitas lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya yang semakin meningkat berpotensi menjadi media penyebaran hama, penyakit hewan, penyakit ikan, dan organisme pengganggu tumbuhan yang dapat mengancam keamanan hayati. Namun, tingkat pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan peran karantina hewan, ikan, dan tumbuhan dalam mencegah risiko tersebut masih relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penyelenggaraan karantina sebagai upaya mendukung keamanan hayati. Kegiatan dilaksanakan di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara Pos Pelayanan Gunungsitoli dengan melibatkan 26 peserta. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi terhadap partisipasi peserta serta respons yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep keamanan hayati, fungsi Badan Karantina Indonesia, prosedur tindakan karantina, serta pentingnya pengawasan lalu lintas media pembawa dalam mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama serta penyakit antarwilayah. Kegiatan sosialisasi ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan karantina sebagai bagian dari upaya perlindungan sumber daya hayati dan penguatan sistem keamanan hayati nasional. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi secara berkelanjutan perlu terus dilakukan untuk memperluas pemahaman masyarakat dan mendukung efektivitas penyelenggaraan karantina di tingkat daerah.