Jamaluddin Idris
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi Monitoring Dan Supervisi Sebagai Tindak Lanjut Sistem Penjaminan Mutu Eksternal Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Berbasis CIPP: Evaluasi Monitoring Dan Supervisi Sebagai Tindak Lanjut Sistem Penjaminan Mutu Eksternal Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Berbasis CIPP Rinny Syahputri; Uchtiana Uchtiana; Jamaluddin Idris
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 3 Nomor 3, Januari-April 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v3i3.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan monitoring dan supervisi sebagai tindak lanjut Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode evaluatif melalui model CIPP (Context, Input, Process, Product). Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks, kebijakan SPME telah tersedia dan menjadi dasar pelaksanaan monitoring dan supervisi, namun belum sepenuhnya dipahami oleh seluruh warga sekolah. Pada aspek input, sumber daya yang tersedia belum dimanfaatkan secara optimal, khususnya dalam hal kompetensi supervisi. Pada aspek proses, pelaksanaan monitoring dan supervisi cenderung bersifat administratif dan belum berorientasi pada pembinaan profesional. Pada aspek produk, terdapat peningkatan pada beberapa indikator pendidikan, namun belum menunjukkan perubahan yang signifikan terhadap mutu pendidkan secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara pelaksanaan SPME sebagai sistem evaluasi eksternal dengan efektivitas tindak lanjutnya di tingkat sekolah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia, transformasi supervisi yang lebih reflektif, serta integrasi yang lebih kuat antara hasil SPME dan praktik pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pembelajaran Dalam Implementasi Six Sigma Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan: Peran Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pembelajaran Dalam Implementasi Six Sigma Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Januar Pandapotan; Juliana Juliana; Jamaluddin Idris
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 3 Nomor 3, Januari-April 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v3i3.248

Abstract

This study aims to explore the role of school principals as instructional leaders in implementing the Six Sigma approach to improve educational quality. A qualitative descriptive method was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that principals play a crucial role in each stage of the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) cycle. The integration of Six Sigma contributes to improving teaching quality, enhancing teacher performance, and strengthening school quality management systems. However, challenges remain in terms of limited resources and the need for a stronger quality culture. Therefore, the integration of instructional leadership and Six Sigma is considered an effective strategy for sustainable educational improvement.
Integrasi Kurikulum Internasional Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan : Tinjauan Literatur Komparatif Antara Sekolah Negeri Dan Swasta Di Aceh: Integrasi Kurikulum Internasional Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan : Tinjauan Literatur Komparatif Antara Sekolah Negeri Dan Swasta Di Aceh Latifur Rahmi; Leny Nurdiyaningsih; Jamaluddin Idris
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 3 Nomor 3, Januari-April 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v3i3.252

Abstract

The globalization of education has intensified demands for quality and competitiveness within education systems, particularly in producing graduates equipped with 21st-century competencies. In this context, the integration of international curricula such as Cambridge and the International Baccalaureate (IB) has emerged as an innovative strategy to enhance the quality of teaching and learning. This study aims to analyze differences in the implementation of international curriculum integration between public and private schools in Aceh, as well as its impact on educational quality. This research employs a systematic literature review method, examining scholarly publications from 2020 to 2026, using content analysis and thematic synthesis approaches. The findings reveal significant differences between public and private schools in terms of institutional readiness, implementation processes, and educational quality outcomes. Private schools tend to demonstrate greater effectiveness in integrating international curricula, supported by managerial flexibility, adequate resources, and access to professional development and global networks. In contrast, public schools continue to face several challenges, including limited teacher competencies, inadequate infrastructure, and regulatory frameworks that are not yet fully adaptive. These findings indicate that the successful integration of international curricula is strongly influenced by the overall readiness of the education system. Therefore, comprehensive policy support, capacity building of human resources, and strengthening of the educational ecosystem in public schools are essential to enable the optimal adoption of global educational practices.
Analisis Historis Perkembangan Manajemen Mutu dan Kontribusi Tokoh-Tokoh Mutu Terhadap Pendidikan Haryuni Haryuni; Fitriati Fitriati; Jamaluddin Idris
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah perkembangan manajemen mutu, tokoh-tokoh dalam pengembangan manajemen mutu, serta tokoh mutu pendidikan dan pemikirannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen akademik yang relevan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen mutu berkembang dari konsep inspeksi sederhana menuju Total Quality Management (TQM) yang menekankan perbaikan berkelanjutan dan keterlibatan seluruh anggota organisasi. Tokoh-tokoh awal seperti Frederick W. Taylor dan Walter A. Shewhart berkontribusi dalam pengembangan efisiensi kerja dan pengendalian kualitas statistik. Selanjutnya, tokoh-tokoh modern seperti W. Edwards Deming, Joseph M. Juran, dan Philip B. Crosby mengembangkan konsep mutu melalui siklus PDCA, Juran Trilogy, dan zero defects. Dalam bidang pendidikan, Edward Sallis menekankan pentingnya budaya mutu dan kepuasan pelanggan pendidikan dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan manajemen mutu dalam pendidikan sangat penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Pemikiran para tokoh mutu menjadi landasan konseptual dalam pengembangan mutu pendidikan di era modern.