Gratiana Deodata H. D. Puspita
Fakultas Ekonomi Sastra dan Sosial Politik, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Likuiditas dan profitabilitas sebagai determinan harga saham pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di BEI Devynta Putri Rahayu; Gratiana Deodata H. D. Puspita; Apner Siang
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1297

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas yang diukur dengan Current Ratio dan Quick Ratio, serta profitabilitas yang diukur dengan Net Profit Margin dan Return on Asset, terhadap harga saham perusahaan manufaktur subsektor consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 38 perusahaan consumer goods subsektor makanan olahan dengan total 152 data observasi selama empat tahun pengamatan. Data diolah menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS 27, didahului dengan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Temuan – Hasil uji t menunjukkan bahwa Current Ratio (t=2,129; sig=0,035) berpengaruh positif dan signifikan, Quick Ratio (t=-1,839; sig=0,068) berpengaruh negatif namun tidak signifikan, Net Profit Margin (t=3,407; sig<0,001) berpengaruh positif dan signifikan, serta Return on Asset (t=3,981; sig<0,001) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap harga saham (F = 12,556; sig < 0,001) dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,234, yang berarti model mampu menjelaskan sekitar 23,4% dari variasi harga saham. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada empat rasio keuangan sebagai variabel independen dan belum memasukkan faktor lain seperti ukuran perusahaan, kebijakan dividen, maupun kondisi makroekonomi. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan tidak adanya indikasi multikolinearitas maupun heteroskedastisitas, namun terdapat indikasi autokorelasi positif pada model regresi (Durbin-Watson = 0,795), sehingga hasil estimasi perlu diinterpretasikan secara berhati-hati. Implikasi – Temuan ini menegaskan bahwa profitabilitas (Net Profit Margin dan Return on Asset) merupakan indikator yang paling konsisten memengaruhi harga saham pada subsektor consumer goods, sementara likuiditas jangka pendek berbasis aktiva lancar (Current Ratio) juga tetap relevan. Perusahaan perlu memprioritaskan efisiensi pengelolaan biaya dan pemanfaatan aset untuk meningkatkan laba bersih guna menjaga kepercayaan investor. Kebaruan – Penelitian ini memperbarui periode pengamatan hingga tahun 2024 pascapandemi dan memfokuskan analisis pada subsektor consumer goods makanan olahan secara spesifik, berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya menggabungkan seluruh sektor manufaktur atau membatasi periode pengamatan hingga tahun 2021.