Tujuan – Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mensintesis bukti empiris terkait determinan penggunaan paylater pada Generasi Z dalam ekosistem fintech. Desain/metodologi/pendekatan – Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 30 artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar dan Scopus dengan rentang publikasi 2021–2026. Temuan – Temuan utama penelitian ini menegaskan hasil sintesis bahwa literasi keuangan tidak selalu berhubungan negatif dengan penggunaan Paylater. Literasi keuangan tinggi tidak selalu menghambat adopsi Paylater, melainkan mengubah motivasi penggunaannya menjadi instrumen taktis untuk efisiensi arus kas dan perolehan diskon. Di sisi lain, financial stress terbukti menjadi pendorong signifikan yang memaksa Generasi Z menggunakan Paylater sebagai mekanisme pelarian (coping mechanism) atas kesulitan likuiditas, yang berpotensi meningkatkan risiko kesulitan pembayaran apabila penggunaan PayLater tidak disertai perencanaan keuangan yang memadai. Namun, penelitian lain menemukan bahwa financial stress tidak berpengaruh signifikan. Perbedaan hasil tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh karakteristik responden, instrumen pengukuran, maupun keberadaan variabel seperti financial self-efficacy. Oleh karena itu, hubungan financial stress dengan penggunaan Paylater belum dapat dianggap konsisten pada seluruh konteks penelitian. Keterbatasan penelitian – Untuk memahami dan menginterpretasikan temuan penelitian ini, ada beberapa keterbatasan. Penelitian dimulai dengan melakukan peninjauan literatur sistematis (SLR), sehingga hasilnya akan bergantung pada kualitas, cakupan, dan fitur penelitian sebelumnya. Tidak ada data primer yang dikumpulkan secara langsung dari pengguna paylater Generasi Z dengan metode ini. Akibatnya, hasil yang diperoleh lebih bersifat sintesis dari temuan sebelumnya daripada menggambarkan kondisi empiris terbaru di lapangan. Implikasi – Secara praktis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan layanan Paylater pada Generasi Z dipengaruhi oleh kombinasi faktor literasi keuangan, financial stress, gaya hidup, serta kemudahan akses teknologi. Secara teoritis, penelitian ini memberikan pengayaan terhadap penerapan Theory of Planned Behavior dalam konteks penggunaan layanan Paylater pada Generasi Z. Kebaruan – Integrasi literasi keuangan dan financial stress dalam menjelaskan penggunaan Paylater pada Generasi Z dalam ekosistem fintech. Kedua variabel tersebut belum banyak dibahas secara terpadu dalam literatur sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan yang tinggi tidak selalu mengurangi penggunaan Paylater, tetapi mengubah motif penggunaannya menjadi instrumen pengelolaan arus kas dan pemanfaatan keuntungan finansial. Temuan ini memperluas Theory of Planned Behavior dengan memasukkan aspek psikologis dan karakteristik layanan fintech digital, sehingga penelitian ini memberikan dasar konseptual untuk pengembangan model penelitian selanjutnya yang lebih konsektual dan integratif.