Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko kredit (ICR), keputusan investasi (PP), likuiditas (CR), dan solvabilitas (DER) terhadap kinerja keuangan (ROE) pada PT Blue Bird Tbk periode 2021–2025, baik secara parsial maupun simultan. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berjenis asosiatif. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan laporan auditan perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling yang menghasilkan 20 observasi, kemudian data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Temuan – Secara parsial, risiko kredit dan solvabilitas terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Sebaliknya, keputusan investasi dan likuiditas tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dan mampu menjelaskan variasi sebesar 99,5%. Keterbatasan penelitian – Fokus penelitian yang hanya pada satu perusahaan menyebabkan jumlah observasi relatif terbatas (n=20). Hal ini membatasi daya uji statistik dan membuat hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan untuk seluruh perusahaan di sektor transportasi. Implikasi – Manajemen perusahaan diharapkan dapat mempertahankan kemampuannya dalam memenuhi kewajiban bunga serta mengelola struktur modal (utang) secara efektif untuk mendukung peningkatan kinerja keuangan. Bagi para investor, rasio Interest Coverage Ratio (ICR) dan Debt to Equity Ratio (DER) dapat dijadikan bahan pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan investasi. Kebaruan – Keterbaruan dalam penelitian ini terletak pada pengujian secara simultan mengenai pengaruh ICR, PP, CR, dan DER terhadap ROE yang berfokus mendalam pada satu entitas perusahaan (PT Blue Bird Tbk) khususnya di masa pemulihan ekonomi pascapandemi (2021–2025).