Galuh Pandandari
Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Misi Gereja di Era Globalisasi: Sintesis Fondasi Kristosentris Barth dan Stott dengan Kepekaan Kontekstual Knitter dan Goheen Noh Ruku; Galuh Pandandari
Jurnal Teologi Injili Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v6i1.225

Abstract

Globalisasi mengubah cara gereja memahami dan menjalankan misinya di tengah dunia yang plural. Situasi ini menuntut refleksi teologis agar misi tetap setia pada Injil sekaligus peka terhadap konteks. Dalam kerangka ini, Karl Barth dan John Stott memberikan fondasi kristosentris yang kuat, sementara Paul Knitter dan Michael Goheen menghadirkan kepekaan kontekstual dalam menghadapi pluralisme dan dinamika global. Penelitian ini bertujuan mensintesis pemikiran Barth dan Stott sebagai dasar teologis dengan Knitter dan Goheen sebagai mitra dialog kontekstual bagi misi gereja masa kini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan analisis teologis terhadap karya utama keempat tokoh. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya mengintegrasikan kristologi Barth yang menekankan inisiatif Allah, serta Stott yang menghubungkan Injil dan tanggung jawab sosial, dengan pendekatan Knitter yang dialogis dalam konteks pluralisme dan Goheen yang melihat misi sebagai partisipasi dalam karya Allah di dunia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Barth dan Stott meneguhkan pusat misi pada karya keselamatan di dalam Kristus, sementara Knitter dan Goheen memperluas praksis misi agar lebih kontekstual dan transformatif. Kesimpulannya, sintesis keempat pemikiran ini menghasilkan kerangka misi gereja yang tetap berakar pada Kristus sekaligus relevan di tengah dunia global yang beragam.